"Jawab Dulu", Metode Belajar Bahasa Asing yang Efektif

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Mempelajari bahasa asing sebagai bahasa kedua kian popular. Apalagi dengan pembelajaran digital, mempelajari bahasa asing yang baru dengan mengingat sebanyak mungkin kosakata dapat disesuaikan dengan kecepatan tiap orang. Hal ini membuat pembelajaran menjadi efektif.

Di Indonesia, bahasa Inggris sebagai bahasa asing akan diwajibkan untuk dipelajari mulai jenjang SD pada Tahun Ajaran 2027/2028. Tujuannya agar pembelajaran bahasa Inggris semakin awal membuat penguasaan salah satu bahasa internasional ini semakin baik dalam komunikasi tertulis maupun verbal.

Terkait pembelajaran bahasa asing ini, ada penelitian dari tim di National University of Singapore (NUS) di jurnal Cognitive Research: Principles and Implications edisi Maret 2026 yang berisi ada panduan desain aktivitas pembelajaran bahasa asing berbasis bukti, baik di platform bahasa digital maupun praktik di kelas.

”Desain ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi strategi yang didasarkan pada puluhan tahun psikologi kognitif yang menunjukkan bahwa mencoba menjawab terlebih dahulu dan kemudian melihat jawaban yang benar akan memperkuat daya ingat,” ucap Assistant Professor di Departemen Psikologi, Fakultas Arts and Social Sciences di NUS, Steven Pan dikutip dari laman NUS, Sabtu (18/4/2026).

Baca JugaBahasa Inggris Jadi Pelajaran Wajib SD mulai 2027, Kesiapan Sekolah Diuji

Pan menjelaskan, banyak aplikasi pembelajaran bahasa yang sukses dibangun berdasarkan ide sederhana, yaitu membuat pelajar menebak sebuah kata berdasarkan gambar, bahkan sebelum mereka mengetahui jawabannya. Jutaan orang mempelajari bahasa baru melalui aplikasi yang sangat bergantung pada tugas menebak kata-gambar tetapi bukti ilmiah tentang seberapa besar aktivitas tersebut benar-benar membantu pelajar mengingat kosakata baru masih terbatas.

“Dari hasil studi kami, dengan mencoba menjawab terlebih dahulu, bahkan jika seseorang mungkin belum mempelajari kata tersebut, dan kemudian melihat jawaban yang benar, dapat meningkatkan daya ingat dan mendukung pembelajaran yang berkelanjutan,” kata Pan.

Pan dan mahasiswa Magister Departemen Psikologi NUS, Tabitha Chua, merancang empat eksperimen terkontrol. Penelitian melibatkan 341 orang dewasa yang tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang bahasa Spanyol.

Peserta penelitian diminta untuk mempelajari kata benda bahasa Spanyol menggunakan dua metode pembelajaran yang berbeda. Menebak dengan umpan balik (pra-pengujian), di mana peserta membuat tebakan pilihan ganda sebelum diberi tahu pasangan kata-gambar yang benar; dan hanya belajar (membaca), di mana peserta melihat pasangan kata-gambar tanpa menebak.

Eksperimen tersebut juga memvariasikan format latihan, atau arah penyajian informasi, yang umum dalam aplikasi pembelajaran bahasa. Peneliti menggunakan Kata dan Gambar, di mana peserta melihat kata dalam bahasa Spanyol dan memilih gambar yang sesuai; dan Gambar dan Kata, di mana peserta melihat gambar dan memilih kata dalam bahasa Spanyol yang benar.

Baca JugaPelajaran Bahasa Asing Agar Bisa Bersaing di Pasar Global

Memori kemudian dinilai melalui pengingatan terarah (menghasilkan jawaban dari memori) dan tes pengenalan pilihan ganda. “Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menebak terlebih dahulu, yaitu belajar menggunakan metode menebak dengan umpan balik, secara konsisten mengingat kata-kata dengan lebih akurat, baik kata maupun gambar disajikan terlebih dahulu,” ujar Chua.

Meningkatkan kemampuan

Chua menegaskan, latihan belajar bahasa asing dengan menebak kata-gambar dengan umpan balik langsung dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan orang dewasa untuk mengingat kosakata baru dalam bahasa kedua.

Pan memarkan desain belajar bahasa asing dengan menebak terlebih dahulu dapat menjadi desain yang membantu pembelajaran. Ia mengatakan, ketika seseorang mencoba menjawab sebelum mengetahui jawaban yang benar, otak secara aktif mencari memori dan terlibat lebih dalam dengan materi tersebut.

“Melihat jawaban yang benar segera setelahnya memperkuat memori dengan membantu otak mengkodekan dan menyimpan informasi lebih efektif daripada hanya belajar pasif,” kata Pan.

Dalam ilmu pembelajaran, lanjut Pan, pendekatan ‘menebak-lalu-umpan balik’ ini dikenal sebagai pra-pengujian. Peserta didik mencoba menjawab sebelum mereka sepenuhnya mempelajari materi dan kemudian menerima umpan balik instan tentang apakah mereka menjawab dengan benar atau salah, dan mana jawaban yang benar.

Upaya awal, bahkan tanpa pengetahuan penuh, dapat membantu pembelajar terlibat lebih aktif dengan kata-kata.

Bahkan jika tebakan awal salah, proses tersebut mempersiapkan otak untuk mengkodekan jawaban yang benar secara lebih efektif. Hal ini membuat ingatan selanjutnya lebih kuat daripada hanya belajar pasif.

“Pembelajar bahasa kedua sering ragu untuk menebak sampai mereka merasa yakin. Tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya awal, bahkan tanpa pengetahuan penuh, dapat membantu pembelajar terlibat lebih aktif dengan kata-kata,” kata Pan.

Oleh karena itu, lanjut Pan, bagi siapa pun yang menggunakan aplikasi atau alat belajar mandiri, memilih latihan yang mendorong untuk mencoba terlebih dahulu dan belajar dari umpan balik adalah cara sederhana untuk memperkuat daya ingat kosak ata dari waktu ke waktu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok Beras Bulog Jatim Capai 1,17 Juta Ton, Serapan Gabah Tembus 500.000 Ton
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Dharma Santi 2026, Tekankan Nilai Persaudaraan dan Toleransi
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Sinopsis Hongsawadee: The Last Duel, Drama Thailand tentang Raja Naresuan
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Di Depan Cendekiawan, Ketua DPD RI Soroti Kecanggihan AI Lampaui Profesor
• 22 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus 102,26 Dolar AS per Barel
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.