Bisnis.com, SURABAYA — Stok beras yang dikelola Perum Bulog Kanwil Jawa Timur (Jatim) menembus 1,17 juta ton, seiring dengan penyerapan gabah kering panen (GKP) yang mencapai 500.000 ton setara beras per 15 April 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu mengemukakan capaian tersebut menjadi penanda baik bagi stabilitas pangan nasional, mengingat status Provinsi Jawa Timur sebagai lumbung pangan utama nasional.
Dia menambahkan percepatan penyerapan beras juga merupakan langkah nyata dalam memperkuat kuantitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penyerapan sendiri dilakukan dengan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri.
"Saat ini, mayoritas wilayah di Jawa Timur masih dalam masa panen raya. Kami hadir secara masif untuk menyerap gabah petani dengan harga yang terjaga," ungkap Langgeng dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terhadap gabah para petani senilai Rp6.500 per kilogram. Sementara itu, Perum Bulog pusat menargetkan total serapan gabah sebesar 883.912 ton, dengan realisasi hingga saat ini telah mencapai lebih dari 500.000 ton.
Langgeng menyatakan pihaknya percaya diri target tersebut dapat tercapai mengingat potensi panen di wilayah Jawa Timur masih tergolong cukup tinggi.
Baca Juga
- Bulog Malang Kejar Penyerapan 79.000 Ton Beras sampai akhir 2026
- Beras Petani Pariaman Dipasok ke Jakarta Melalui Food Station
- Ekspansi Bulog ke Arab Saudi, Rencana Gudang Beras di Kampung Haji Dikaji
Untuk memastikan seluruh hasil panen dapat tersedia dengan baik, Langgeng menyebut Perum Bulog Kanwil Jatim bahkan telah melakukan berbagai langkah antisipatif dengan menambah kapasitas ruang simpan.
Lebih lanjut, penambahan kapasitas gudang tersebut ditempuh Bulog Kanwil Jatim melalui skema kerja sama sewa pergudangan agar seluruh beras hasil kerja keras para petani dapat terjaga kualitas maupun kuantitasnya.
"Stok kita melimpah, cukup untuk kebutuhan penyaluran 14 bulan ke depan dan akan terus bertambah seiring panen yang masih berlangsung. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya.
Selain beras, Langgeng menyatakan Bulog Kanwil Jatim juga mencatat realisasi penyerapan jagung pipil kering telah mencapai 48.132 ton atau 48,1% dari target yang dipatok sebesar 100.000 ton.
HPP untuk jagung pipil kering seharga Rp6.400 tiap kilogram untuk kadar air 14% di gudang Bulog. Untuk komoditas serupa dengan kandungan kadar air 18–20% dihargai Rp5.500 per kilogram langsung di lokasi panen, dengan keadaan sudah dipipil dan dalam kemasan karung.
"Sinergi ini adalah kunci. Dengan stok beras dan jagung yang kuat, ketahanan pangan kita semakin kokoh, dan yang paling penting, kesejahteraan petani kita di Jawa Timur tetap terjaga," pungkas Langgeng.





