JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto buka suara soal polemik Bupati Malang HM Sanusi yang melantik anaknya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Hasto, pendidikan politik memang bisa dimulai dari lingkungan keluarga.
Namun, dia mengingatkan agar hal itu tidak dijadikan pembenaran untuk praktik yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan.
“Tetapi kita juga melihat bahwa pendidikan politik itu juga dimulai dari keluarga, tetapi prinsipnya jangan sampai ada praktik-praktik yang tidak adil. Itulah yang dikritisi oleh PDI Perjuangan,” ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDI-P: Jika Sesuai Aturan, Tidak Adil Menghalangi
Hasto menilai langkah tersebut “kurang elok” dan meminta agar prinsip meritokrasi tetap ditegakkan dalam pengisian jabatan publik.
“Kalau orang Jawa itu bilang ‘kurang elok’ ya. Bapaknya bupati, anaknya kepala dinas,” kata dia.
Baca juga: Polemik Pelantikan Anak Bupati Malang Jadi Kepala Dinas, BKPSDM Ungkap Proses Seleksinya
Hasto mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait polemik yang melibatkan kepala daerah dari partainy tersebut.
Dia pun meminta Fraksi PDI-P untuk mengkritisi kebijakan itu agar tidak menimbulkan praktik yang bertentangan dengan prinsip keadilan.
“Fraksi PDI Perjuangan kami minta untuk mengkritisi hal tersebut. Karena bagaimanapun juga sistem meritokrasi itu harus dibangun. Kita nggak bisa mengedepankan hal-hal yang di luar meritokrasi tersebut,” kata dia.
Baca juga: Polemik Anak Bupati Malang Jadi Kepala Dinas, PDIP: Beliau Lulusan Doktor Cum Laude
Sebelumnya, Bupati Malang HM Sanusi melantik 447 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang pada Senin (13/4/2026).
Pelantikan itu menjadi sorotan publik karena salah satu pejabat yang dilantik adalah anak kandungnya, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Menanggapi perhatian publik tersebut, Dzulfikar mengaku memahami kegelisahan masyarakat mengingat statusnya sebagai anak bupati.
“Tentu saya memahami kalau publik mempertanyakan kualitas pejabat publik selaku pelayan masyarakat,” ujar Dzulfikar melalui pesan singkat, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Sosok Ahmad Dzulfikar, Anak Bupati Malang Peraih Cum Laude S3 UB yang Jadi Kadis LH
Dia juga menyampaikan permintaan maaf karena pelantikannya memicu perhatian publik. Namun, Dzulfikar menegaskan akan menjawab kritik melalui kinerja.
“Saya tidak bisa memberikan tanggapan apa pun, kecuali dengan kinerja,” kata dia.





