Damaskus: Dua anak-anak dilaporkan tewas secara tragis akibat ledakan ranjau darat di wilayah pedesaan Damaskus, Suriah pada Jumat kemarin.
Insiden mematikan ini terjadi pada Jumat waktu setempat saat kedua korban sedang menggembalakan domba bersama ayah mereka.
Berdasarkan laporan stasiun televisi pemerintah Al-Ikhbariya, ledakan tersebut terjadi di kawasan Pegunungan Qalamoun, tepatnya di antara kota Deir Atiyah dan Al-Qaryatayn.
Ranjau yang merenggut nyawa kedua anak tersebut diyakini sebagai sisa bahan peledak peninggalan dari rezim terdahulu.
"Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Al-Qalamoun di Al-Nabek. Namun, satu anak meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas medis, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir tak lama setelah tiba akibat luka yang terlalu parah," sebut laporan yang dikutip dari Anadolu, Sabtu, 18 April 2026.
Pihak berwenang setempat secara berkala terus menerima dan melaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat persenjataan yang belum meledak.
Benda-benda mematikan yang tertanam di berbagai wilayah tersebut merupakan sisa-sisa kelam dari konflik bersenjata berkepanjangan selama 14 tahun di Suriah, yakni dari tahun 2011 hingga 2024.
Perang yang meletus pada masa pemerintahan Bashar al-Assad itu telah menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan kehancuran infrastruktur secara masif di penjuru negeri.
Kekuasaan rezim tersebut akhirnya runtuh setelah pasukan oposisi berhasil memasuki ibu kota Damaskus pada Desember 2024 lalu.
Baca juga: Ledakan Ranjau Darat di Daraa Suriah Tewaskan 7 Anak-Anak




