JK Sebut Jokowi Jadi Presiden Karena Dirinya, PSI: Pak JK Terlalu Emosional

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai pernyataan Wapres ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) yang menyebut Jokowi menjadi Presiden ke7 RI karena dirinya sebagai sikap yang terlalu emosional. Ia menekankan kemenangan Pilpres 2014 merupakan hasil kerja kolektif pasangan calon, tim sukses, dan partai politik.

“Tidak juga tepat kalau kemudian Pak JK sebagai orang tua saya mengeklaim dirinya bahwa dialah yang kemudian membuat Jokowi bisa menang kan? Itu juga terlalu emosional menurut saya. Karena kerja itu kerja berpasangan kan? Jadi kerja kolektif antara pasangan calon dan tim sukses dan partai politik,” kata Ahmad Ali kepada wartawan, Sabtu (18/4).

Menurut dia, pada Pilpres 2014, Jokowi dan JK maju sebagai satu pasangan yang bekerja secara kolektif. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika kemenangan tersebut diklaim berasal dari satu pihak saja.

“Mungkin tidak salah juga kalau dia katakan begitu, tapi juga tidak benar kalau dikatakan begitu, ya kan? Bahwa karena dia kemudian Pak Jokowi jadi Presiden. Karena kenapa? Kan ini kerja sama secara kolektif kolegial kan?” ujarnya.

Ahmad Ali juga menilai sebaiknya perdebatan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena peristiwa Pilpres 2014 telah berlalu. Ia mengingatkan agar energi bangsa tidak dihabiskan untuk polemik yang tidak penting.

“Dan mungkin akan lebih baik kalau hal ini kan sudah dilewati, sudah selesai, tidak perlu lagi kemudian di… apa, dibuat pengakuan kan? Apa, mencari pengakuan, seperti itu,” ucapnya.

Ia juga memastikan PSI maupun Jokowi tidak terlibat dalam pelaporan terhadap JK atas dugaan penistaan agama di dalam ceramahnya di UGM saat Bulan Ramadan lalu. Menurutnya, laporan tersebut merupakan tindakan pribadi pelapor.

Pelapor JK adalah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang kini diketuai oleh Sahat Martin Philip Sinurat, seorang kader PSI.

“Saya bisa pastikan 1000% Pak Jokowi tidak terlibat di urusan ini. Saya pastikan 1000% bahwa PSI tidak menjadi bagian daripada urusan ini,” tegasnya.

Ahmad Ali menambahkan, hubungan Jokowi dan JK semestinya diingat dalam konteks kerja sama saat memimpin pemerintahan. Ia menyebut keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi ketika menjabat.

“Saya meyakini sekecil apa pun Pak Jokowi punya kebaikan kepada Pak Jusuf Kalla kan? Dan saya pikir itu adalah pasangan terbaik ketika mereka jadi Presiden kemarin, dan saling mengisi,” katanya.

Sebelumnya, JK meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Presiden ke-7 RI Jokowi. Di tengah fitnah yang menyebut dirinya sebagai dalang polemik keaslian ijazah Jokowi, JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK secara lugas saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah Jelang Musim Haji 2026
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menbud Ungkap Rencana Pemasangan Chattra di Puncak Borobudur
• 12 jam laludetik.com
thumb
Pramono Bakal Tugaskan PJLP Khusus Buru Ikan Sapu-Sapu
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Polda Sumut Tangani Kasus Video Viral Penganiayaan 4 Oknum Polisi Acungkan Senjata Api Di Tempat Tukang Pangkas
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Isu Impeachment Memanas, Anggota Kongres Amerika: Jutaan Warga Ragukan Kesehatan Mental Trump
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.