TABLOIDBINTANG.COM - Bintang film Avengers, Scarlett Johansson kembali mengungkap sisi kelam yang pernah dialami saat merintis karier di Hollywood pada awal 2000-an.
Dalam wawancara bersama CBS Sunday Morning yang dikutip Variety pada 13 April, Johansson berbicara jujur soal tekanan besar yang dihadapi aktris muda di masa itu.
“Waktu itu adalah masa yang sangat berbeda,” ujar Johansson.
“Dulu, sangat bisa diterima secara sosial untuk kurang lebih menelanjangi atau menguliti penampilan fisik seorang aktris muda. Hal itu seolah-olah sudah menjadi bagian dari ‘permainan’," terang Johansson.
Pemeran Black Widow itu menegaskan, di era tersebut, komentar tajam terhadap fisik perempuan dianggap hal lumrah. Kondisi ini membuat banyak aktris merasa tidak aman dan terus berada di bawah sorotan yang menilai mereka secara dangkal.
Tak hanya itu, perempuan kelahiran New York tersebut juga mengaku sempat “terjebak” dalam citra yang dibentuk industri. Di usia awal 20-an, Johanssen sering mendapatkan peran yang menonjolkan sisi sensual, sesuatu yang sebenarnya tidak ia inginkan.
“Aku merasa sangat terkotak-kotak. Aku memainkan peran-peran yang bersifat sangat menggoda, atau memerankan sosok ‘perempuan simpanan’, dan itu sebenarnya bukan hal yang aku inginkan untuk diriku sendiri,” ungkap Scarlet Johanssen.
Menurut Johansson, kala itu kariernya seolah diarahkan untuk memenuhi fantasi visual semata, bukan menggali kemampuan aktingnya sebagai seorang seniman.
Meski menyimpan pengalaman pahit, Johansson kini melihat adanya perubahan positif di industri film Hollywood. Ia menilai, gerakan kesetaraan yang berkembang belakangan ini mulai membuka ruang yang lebih sehat bagi generasi baru aktris.
“Sangat menyenangkan melihat para perempuan muda sekarang ini memiliki kesempatan untuk tidak harus dicap dengan satu label tertentu,” katanya.
“Mereka bisa menjadi aktor karakter, memainkan berbagai macam peran tanpa harus merasa fisik mereka menjadi satu-satunya penilaian," pungkas Scarlet Johanssen.




