Krisis Kepercayaan di Balik Kematian Misterius Ilmuwan AS Kala Tensi dengan Rusia-China Tinggi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON—Majalah Newsweek melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memicu kekhawatiran yang semakin meningkat terkait serangkaian kematian atau kasus hilangnya para ilmuwan Amerika.

Para ilmuwan itu berhubungan dengan penelitian vital dan rahasia yang berada di garis depan kemampuan AS dan menjaga keunggulannya dalam persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

Baca Juga
  • Bukan Perang Pura-Pura, Aljazeera Ungkap Pertarungan Iran VS Israel Penuh Darah Berbalut Teknologi
  • Ketika Media Italia Bongkar Aksi Premanisme dan Arogan Tentara Israel di Tepi Barat
  • Apakah China akan Kirimkan Senjata ke Iran Selama Masa Gencatan Senjata?

Dalam pernyataan yang memicu kontroversi luas, Trump menggambarkan serangkaian kematian misterius yang menimpa para peneliti tingkat tinggi di bidang pertahanan dan ilmu pengetahuan canggih sebagai masalah sangat serius.

Di mengumumkan pembukaan penyelidikan resmi untuk mengungkap detail insiden-insiden tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meskipun Presiden—menurut analisis majalah tersebut—tidak menyajikan bukti baru atau membuktikan adanya hubungan yang pasti antara kasus-kasus ini, dia menyatakan, "Saya harap ini semua hanyalah kebetulan, tetapi kita akan mengetahui lebih banyak dalam beberapa hari ke depan."

Namun, redaksi majalah tersebut berpendapat dalam analisis beritanya bahwa pernyataan tersebut telah memperkuat narasi yang menyebar dengan cepat di internet.

Narasi mengampanyekan ada operasi misterius yang menargetkan ilmuwan Amerika terkemuka terkait dengan pertahanan dan ilmu pengetahuan canggih.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Sumut Tangani Kasus Video Viral Penganiayaan 4 Oknum Polisi Acungkan Senjata Api Di Tempat Tukang Pangkas
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Nina Saleha Ungkap Detik-detik Dihubungi Dedi Mulyadi, Buntut Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Viral
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR: Pelimpahan Berkas Perkara Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Terkesan Terburu-buru
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Ilusi Stabilitas: Gagalnya European Neighborhood Policy di Timur Tengah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Sabtu pagi harga telur ayam ras Rp32.300/kg, cabai rawit Rp71.550/kg
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.