PT Lingkar Nusantara Gas siap menggelontorkan investasi senilai USD 20 juta atau setara Rp 342,8 miliar untuk membangun infrastruktur gas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendorong daya saing kawasan industri tersebut di tingkat nasional maupun internasional.
Komitmen investasi itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Lingkar Nusantara Gas dan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah yaitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sekaligus berperan sebagai pengembang KEK Palu.
Penandatanganan yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/4), itu dilakukan oleh Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, Sony Panukma Widianto, dan Direktur PT Lingkar Nusantara Gas, Leonard Hastabrata.
Infrastruktur Gas Lengkap, dari Terminal hingga Jaringan PipaLeonard menjelaskan dana investasi tersebut akan dialokasikan untuk membangun sejumlah fasilitas utama, mencakup LNG receiving terminal, unit regasifikasi, juga jaringan gas (jargas) di dalam kawasan KEK.
“Investasi kurang lebih sekitar 20 juta USD untuk membangun LNG receiving terminal dan regasifikasi serta jaringan gas di wilayah KEK. Untuk pengembangan selanjutnya, kami akan melayani pelanggan di luar KEK melalui metode virtual pipeline,” ujar Leonard di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (18/4).
Proyek jargas ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini dan rampung sepenuhnya pada 2027, dengan pengembangan lanjutan termasuk fasilitas receiving terminal yang dijadwalkan tuntas setelah 2028.
“Kita akan membangun pipa sesuai dengan lokasi-lokasi yang ada, menyesuaikan di mana saja tenant berada,” kata Leonard.
Sementara itu, Sony Panukma menegaskan kerja sama ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk membenahi fondasi utilitas KEK Palu, yang dinilai belum optimal. Menurutnya, ketersediaan utilitas dasar mulai dari gas, listrik, hingga air bersih menjadi syarat utama agar kawasan industri ini mampu bersaing menarik investor berkualitas.
“Kami melihat secara fundamental, utilitas di KEK Palu masih kurang optimal. Makanya fokus kami sekarang adalah membenahi infrastruktur seperti gas, listrik, dan air. PT Lingkar Nusantara Gas fokus di gas dan listrik,” terang Sony.
“Harapannya, semua utilitas bisa tersedia agar KEK Palu semakin menarik bagi investor, baik nasional maupun internasional,” tambahnya.
Dalam skema kerja sama ini, PT Lingkar Nusantara Gas bertindak sebagai investor penuh yang membangun sekaligus mengelola infrastruktur, sementara pihak KEK Palu akan memperoleh pendapatan melalui skema tarif atau fee utilitas.
Dari sisi pasokan energi, gas yang akan mengalir ke KEK Palu direncanakan bersumber dari LNG yang diregasifikasi sebelum didistribusikan ke para tenant melalui jaringan pipa di dalam kawasan.
Sumber utama LNG akan berasal dari proyek yang dikembangkan oleh CIMC di Morowali, dengan kapasitas awal sekitar 10 MMSCFD per hari. Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keandalan pasokan, PT Lingkar Nusantara Gas juga menyiapkan opsi fasilitas LNG mandiri yang rencananya dibangun di Jawa pada penghujung 2026.





