Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia laboratorium kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) meresmikan klinik dengan layanan terapi sel punca atau stem cell perdana milik perseroan. Langkah ini sekaligus menandai langkah PRDA untuk memperbesar layanan stem cell ke berbagai kota besar di Tanah Air.
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menerangkan peresmian ini dilakukan perseroan sebagai langkah lanjutan selepas mengakuisisi 30% saham ProSTEM pada 2025. Melalui aksi ini, Prodia menyatakan komitmen untuk menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat.
”Pengembangan terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine. Pembukaan Stemcell Clinic by Prodia ini merupakan bentuk kolaborasi Prodia dan ProSTEM dalam menyediakan solusi kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif, regeneratif, dan mendukung wellness masyarakat secara menyeluruh,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4/2026).
Kini, kehadiran Stemcell Clinic by Prodia diharapkan mampu memperkuat posisi Prodia sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan di Tanah Air.
Memandang ke depan, Prodia bakal memperluas jangkauannya ke wilayah strategis lainnya dalam menyediakan Stemcell Clinic by Prodia. Namun, Dewi enggan menerangkan ke mana arah ekspansi klinik ini ke depan.
Prodia memandang penting untuk memastikan daya serap masyarakat terhadap pelayanan anyar ini. Selain itu, Prodia mesti terlebih dahulu memastikan ketersediaan dokter dalam menjalankan klinik ini jika ingin berekspansi.
Baca Juga
- Prodia (PRDA) Siapkan Ekspansi Specialty Clinic Usai Raup Pendapatan Rp2,28 Triliun
- Prodia (PRDA) Catat Laba Bersih 2025 Susut Jadi Rp206,78 Miliar
- BEI Catat 16 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
”Nanti akan ada tambahan klinik Prodia lainnya, khususnya di kota besar untuk pelayanan stem cell. Kami belum bisa sharing saat ini karena kami sedang lihat bagaimana ini bisa diserap oleh masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
Meskipun begitu, pada tahap awal, Prodia tampak belum memiliki ekspektasi yang besar terhadap kontribusi stem cell terhadap total revenue perseroan. Dewi menegaskan bahwa yang lebih terpenting dari membangun lini bisnis baru adalah memastikan fondasi bisnis yang solid.
Dengan begitu, Prodia baru bisa mengekspektasikan kontribusi klinik stem cell terhadap revenue akan terasa pada tahun ketiga setelah diresmikan.
”Itu pasti memerlukan satu usaha fondasi, baik finansial maupun keahlian yang cukup kuat. Oleh karena itu, di tahun pertama biasanya startup seperti ini tidak langsung bisa dilihat kontribusi besarnya ke dalam bisnis Prodia, kami biasa akan melihat dalam tiga tahun,” tegasnya.
Adapun Stemcell Clinic by Prodia, menawarkan layanan terapi sel punca untuk penyakit ortopedi seperti Lesi Osteochondral, Osteoarthritis, Osteoporosis, Reparasi dan Rekonstruksi Tendon/Ligamen, serta Cedera Meniskus Lutut.
Pelanggan disebut dapat memperoleh layanan ini dengan datang langsung ke Stemcell Clinic by Prodia Prodia dan berkonsultasi dengan dokter, atau melalui rujukan dari Klinik Prodia untuk melakukan terapi sel punca.
Pada tahun lalu, Dewi menerangkan bahwa pihaknya akan menargetkan pasar internasional melalui teknologi stem cell. Dewi saat itu menerangkan bahwa pihaknya menargetkan Asia Tenggara.
“Strategi ekspansi internasional salah satunya adalah menargetkan Asia Tenggara sebagai pusat layanan terapi regeneratif berbasis teknologi dari Indonesia,” katanya saat ditemui di Jakarta, Senin (14/7/2025).




