Mensos Sebut Siswa Sekolah Rakyat Makin Percaya Diri & Berprestasi

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut Program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil nyata setelah berjalan lebih dari sembilan bulan. Para siswa kini tumbuh lebih percaya diri, disiplin, dan punya cita-cita untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Siswa mulai lebih percaya diri, dia sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu dan lebih penting lagi adalah anak-anak sudah memiliki kesadaran memanfaatkan kesempatan yang ada agar mereka benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu, berkarakter dan pintar," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sabtu (18/4)

Menurutnya, para lulusan Sekolah Rakyat akan terus didampingi hingga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Wamensos Minta Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Lebih Kreatif

Gus Ipul mengakui tantangan terbesar muncul di awal program. Pada dua minggu hingga satu bulan pertama, siswa dan guru sama-sama menjalani proses adaptasi dengan sistem sekolah berasrama. Namun memasuki bulan kedua dan ketiga, ritme pembelajaran mulai terbentuk.

"Mulai terbangun kedisiplinan (para) siswa itu untuk membiasakan mereka bangun pagi, mengikuti jadwal yang padat sampai malam hari. Itu memang memerlukan waktu," kata Gus Ipul.

Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan terpadu. Pagi hari diisi pembelajaran formal berbasis learning management system (LMS), sementara sore hingga malam difokuskan pada pembinaan karakter melalui pendampingan wali asrama dan wali asuh.

"Kita ingin anak-anak kita ini memiliki karakter yang kuat sebagai orang yang beragama, memiliki hubungan dengan Tuhan, bisa cinta sesama, cinta ilmu dan menyadari bahwa mereka adalah anak-anak Indonesia yang harus berkontribusi (dalam) kemajuan Indonesia di masa yang akan datang," katanya.

Siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagian di antaranya pernah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Sempat Jadi Pemulung, Fikri Temukan Kehidupan Baru di Sekolah Rakyat

"Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan untuk dirinya, keluarganya dan untuk Indonesia," kata Gus Ipul.

Perubahan nyata juga dirasakan langsung oleh Kepala SRMA 26 Andi Ernawati. Ia menyebut anak-anak yang sebelumnya takut tampil kini jauh lebih percaya diri.

"Di awal masuk dahulu mereka takut sekali berada di depan, tapi sekarang lebih percaya diri tampil di depan," kata Andi.

Salah satu siswa, Ibrahim Ramadan, yang ayahnya bekerja sebagai kuli dan ibunya telah meninggal dunia, mengaku bersyukur bisa bersekolah di sana. Kini ia tengah mempersiapkan diri mengikuti kompetisi nasional.

"Saya sedang mempersiapkan untuk lomba Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) untuk tari kreasi putra-putri," kata Ibrahim.

Baca juga: Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai, Wamensos: Perintah Presiden

Selain Ibrahim, siswa SRMA 26 yang ikut FLS3N 2026 adalah Riski Nurjannah, Kalilah Karim, Salwa Dzakilla, dan Manohara. Sementara Nurul Atika dan Mega Auliya mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul meninjau berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, klinik, perpustakaan, ruang kelas, ruang makan, hingga ruang tidur siswa. Ia juga makan siang bersama para siswa dan menyaksikan demonstrasi pembelajaran menggunakan papan tulis digital (smartboard).

SRMA 26 saat ini menampung 141 siswa dalam enam rombongan belajar, terdiri dari 75 perempuan dan 66 laki-laki, yang didukung 16 guru, 15 wali asuh, dan 10 wali asrama.

Pemerintah terus memperluas jangkauan program ini. Tahun ini, target peserta menembus lebih dari 30 ribu siswa, dengan proyeksi total penerima manfaat pada 2026 melampaui 46 ribu siswa.

Tahun depan, angka itu ditargetkan naik menjadi lebih dari 100 ribu siswa. Sesuai arahan Prabowo, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hancurkan Popsivo 3-0, JPE Segel Tiket Grand Final Proliga 2026
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Daftar 4 Tim Lolos Grand Final Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Rebut Tiket Terakhir Usai Kalahkan Popsivo Polwan
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
BUMD DKI Didorong Perkuat Pilar Ekonomi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selat Hormuz Dikepung! 6 Kapal Gagal Lolos, Kapal ‘Bayangan’ Tiongkok Jadi Target Utama AS
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Komnas HAM Minta Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.