Belakangan ini, istilah self-care semakin populer dan sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan fisik dan mental. Mulai dari skincare routine, olahraga rutin, meditasi, hingga konsumsi makanan sehat—semuanya dianggap sebagai bagian dari merawat diri.
Namun, muncul fenomena baru yang jarang disadari: over-self care, yaitu kondisi ketika seseorang terlalu fokus pada upaya menjaga kesehatan hingga justru menimbulkan dampak negatif.
Hal ini memunculkan pertanyaan penting: apakah self-care selalu membawa manfaat, atau bisa berubah menjadi tekanan jika dilakukan secara berlebihan?
Apa Itu Over-Self Care?Over-self care terjadi ketika aktivitas yang seharusnya membantu menjaga kesehatan justru menjadi kewajiban yang membebani. Seseorang merasa harus selalu:
mengikuti rutinitas kesehatan tertentu
menjaga pola makan secara sangat ketat
melakukan berbagai aktivitas self-care tanpa jeda
mencapai standar tertentu dalam menjaga diri
Alih-alih memberikan kenyamanan, aktivitas ini justru dapat menimbulkan tekanan.
Dari Kebutuhan Menjadi KewajibanSelf-care pada dasarnya adalah kebutuhan, bukan kewajiban yang harus dilakukan secara sempurna. Namun, pengaruh media sosial dan tren gaya hidup sering membuat self-care terlihat seperti sesuatu yang harus dilakukan secara ideal.
Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah jika tidak melakukan rutinitas tersebut.
Dampak yang Tidak DisadariKetika self-care dilakukan secara berlebihan, beberapa dampak yang dapat muncul antara lain:
stres karena tekanan untuk selalu “sehat”
rasa bersalah ketika tidak mengikuti rutinitas
kelelahan mental
fokus berlebihan pada diri sendiri
Ironisnya, aktivitas yang seharusnya meningkatkan kesehatan justru dapat mengganggu keseimbangan.
Ilusi Kesempurnaan dalam Self-CareBanyak konten yang menampilkan self-care sebagai aktivitas yang sempurna dan menyenangkan. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi atau waktu yang sama untuk melakukannya.
Perbandingan ini dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis.
Kesehatan yang Seharusnya FleksibelKesehatan bukan sesuatu yang kaku atau harus selalu sempurna. Tubuh dan pikiran memiliki kebutuhan yang berubah-ubah, sehingga pendekatan yang fleksibel justru lebih penting.
Self-care seharusnya membantu seseorang merasa lebih baik, bukan menjadi sumber tekanan baru.
Menemukan KeseimbanganUntuk menghindari over-self care, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
memahami kebutuhan diri sendiri
tidak memaksakan rutinitas tertentu
memberi ruang untuk fleksibilitas
tidak membandingkan diri dengan orang lain
Pendekatan ini membantu menjaga self-care tetap menjadi hal yang positif.
Refleksi Gaya Hidup ModernFenomena over-self care menunjukkan bagaimana sesuatu yang baik dapat berubah menjadi berlebihan jika tidak disikapi dengan bijak. Ini juga mencerminkan bagaimana tren kesehatan dapat memengaruhi cara kita melihat diri sendiri.
Pada akhirnya, merawat diri bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang keseimbangan dan kenyamanan dalam menjalani hidup.





