Nasib Dua Kapal Pertamina Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina International Shipping (PIS) menyampaikan bahwa dua kapal perseroan Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab. Kedua kapal masih tertahan imbas kembali ditutupnya Selat Hormuz.

Vega Pita selaku Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping menyampaikan bahwa hal ini menyusul perkembangan situasi yang menyebabkan dua kapal tersebut belum dapat melintasi Selat Hormuz.

“PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa Pertamina terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan otoritas berwenang.

Pihaknya juga tetap menyiapkan perencanaan pelayaran alias passage plan yang aman bilamana situasi membaik.

Vega lantas menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya.

Baca Juga

  • Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz Usai Dibuka Iran
  • Pertamina Geothermal (PGEO) Mulai Garap PLTP Lumut Balai Unit 4, Beroperasi 2032
  • RI Sesalkan Gagalnya Perundingan AS-Iran, Kemlu Singgung Dampak ke Tanker Pertamina

“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” pungkasnya.

Sebelumnya, Iran kembali menutup akses Selat Hormuz beberapa waktu usai mengumumkan pembukaan penuh. Dilansir BBC, Minggu (19/4/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut blokade berkelanjutan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai alasan utama keputusan tersebut.

Dalam pernyataan resmi pada Sabtu, Angkatan Laut IRGC memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman. IRGC menyebut sejumlah kapal sempat melintas di bawah pengawasan mereka sejak Jumat malam, namun jalur kembali ditutup hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran.

“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target,” demikian pernyataan IRGC.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Nan Hong, Kisah Love-Hate Relationship Bai Jingting dan Zhang Ruonan
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Pasukan Israel Ledakkan Pemukiman di Bint Jbeil
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Tekanan Tanpa Henti! Parma Tahan Gempuran Udinese dan Bawa Pulang 3 Poin Penting
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Terburuk Ketujuh di Dunia
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Trump akan Bom Iran Jika Negosiasi Gagal, Gencatan Senjata Terancam Tak Diperpanjang!
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.