Pemerintah Kabupaten Nganjuk mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1,6 triliun. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya minat pelaku usaha untuk menanamkan modal di daerah tersebut.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyebut capaian ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Salah satunya melalui pemberian kemudahan perizinan serta insentif bagi investor.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan menarik investasi, tetapi juga menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
"Kita terus berusaha Untuk memberikan kemudahan dan privilege kepada seluruh pengusaha-pengusaha dan juga investor yang ingin berusaha di Kabupaten Nganjuk," kata Handy dalam media briefing di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: DJP Sebut Pajak E-Commerce Tinggal Tunggu Restu Purbaya
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyoroti peran besar Jawa Timur dalam perekonomian nasional. Ia menyebut perputaran ekonomi provinsi tersebut mencapai hampir seperenam dari total ekonomi Indonesia.
"Ada 38 provinsi di seluruh Indonesia, Tapi hampir 1/6 itu berputarnya di Jawa Timur Nah ini adalah perekonomian yang sangat besar," ujar Emil.
Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa besarnya nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur yang telah melampaui Rp3.000 triliun membuat tambahan investasi dalam jumlah besar terkadang tidak terlalu terlihat secara agregat.
Ia menegaskan bahwa investasi tetap menjadi faktor krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Itulah sebabnya kita harus banyak sekali mengejot investasi kita tahu bersama bahwa untuk mengejot pertumbuhan ekonomi nomor satu adalah mendorong konsumsi masyarakat Karena dia sumbangsinya 60% dari agregated expenditure tambah lagi 25-28%, itu dari investasi atau orang sebutnya gross capital formation biasanya," ucap emil.





