ISPA Meningkat, Edukasi Kesehatan Digencarkan di Jakarta Selatan

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat musim pancaroba mendorong penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Perubahan suhu dan kelembapan meningkatkan risiko penularan, terutama saat aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam ruangan.

Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat sekitar 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini menunjukkan tingginya kerentanan masyarakat terhadap penyakit pernapasan saat cuaca tidak menentu.

Di Jakarta Selatan, tren serupa terlihat sejak awal 2026. Camat Pancoran, Alamsah, menyampaikan peningkatan kasus terjadi secara fluktuatif dengan puncak pada Februari.

“Berdasarkan data dari Puskesmas Kecamatan Pancoran, kami memang memvalidasi adanya tren peningkatan kasus ISPA yang signifikan sejak awal tahun 2026. Puncaknya terjadi di bulan Februari, khususnya pada minggu ke enam yang mencapai lebih dari 1.000 kasus. Meskipun sempat menurun di bulan Maret, trennya masih fluktuatif dan menunjukkan risiko yang tinggi hingga awal April. Data ini mengkonfirmasi bahwa kondisi musim pancaroba saat ini, yang mendorong warga lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, sangat rentan terhadap penularan. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama seperti kolaborasi dengan Combiphar hari ini, untuk memastikan masyarakat kami punya bekal yang cukup untuk menjaga kesehatan keluarganya,” terang Alamsah dalam keterangan yang diterima redaksi.

Upaya peningkatan pemahaman dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma. Kader diharapkan mampu mengenali gejala awal ISPA serta memberikan edukasi dasar kepada warga di lingkungan masing-masing.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Debi Intan Sari, menekankan pentingnya edukasi langsung di tingkat komunitas.

“Melihat tren kasus ISPA di Jakarta Selatan yang cenderung meningkat saat musim pancaroba, kolaborasi proaktif seperti yang dilakukan Combiphar ini sangat kami hargai karena inilah yang dibutuhkan masyarakat,” sebut Debi Intan Sari. Ini adalah contoh ideal implementasi gerakan masyarakat (GERMAS) di lapangan, di mana edukasi langsung ke masyarakat menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit dan menjaga status kesehatan warga.

Dalam pemaparan medis, dr. Clavelina Astriani menjelaskan perubahan cuaca dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta mempercepat penyebaran virus pernapasan. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas harian jika tidak ditangani sejak dini.

Ia mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal seperti batuk, pilek, dan demam, serta segera melakukan penanganan yang sesuai. Edukasi mengenai jenis batuk juga dinilai penting agar masyarakat tidak keliru dalam memilih langkah pengobatan.

Sementara itu, GM Marketing Consumer Healthcare Combiphar, Sandi Wijaya, mengingatkan pentingnya penanganan batuk secara tepat serta dampak yang sering dianggap sepele.

“Menjelang musim pancaroba, risiko batuk meningkat signifikan. Yang sering luput, batuk bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki biaya tersembunyi, mulai dari terganggunya istirahat, menurunnya fokus, hingga berkurangnya produktivitas. Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat menjadi kerugian nyata. Karena itu, pemahaman jenis batuk dan penanganan yang tepat sangat penting,” kata Sandi.

Melalui edukasi berkelanjutan, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap ISPA, mampu melakukan pencegahan, serta mengambil langkah cepat saat gejala muncul guna menekan risiko penularan di lingkungan sekitar.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencoba Peruntungan di Bursa Kerja Mega Career Expo
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Perombakan Direksi dan Komisaris Maybank Indonesia Disahkan RUPST 2026, Dividen Rp580 Miliar Dibagikan
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Comeback Dramatis! Brighton Gagalkan Kemenangan Perdana Tottenham Hotspur di 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
570 Kapal Diburu, Selat Hormuz Lumpuh! Iran Kehilangan Kendali, AS Kuasai Permainan
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Menbud Tinjau Candi Sewu & Keraton Ratu Boko, Dorong Percepatan Restorasi
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.