Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
BP BUMD DKI Jakarta sinergikan pembiayaan dan optimalisasi aset untuk transformasi menuju kota global.
Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta menggelar BUMD Leaders Forum 2026 pada Sabtu, 18 April 2026.
Forum ini menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh jajaran Komisaris dan Direksi BUMD untuk menyelaraskan visi dalam mendukung transformasi Jakarta menuju Kota Global.
Mengusung tema ‘Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City’, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari forum serupa pada Desember 2025.
Fokus utama diarahkan pada penguatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan daerah.
Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengungkapkan bahwa forum ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi mengenai sinergi pembiayaan, penjaminan, hingga optimalisasi aset.
"Forum ini mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta dan sinergi penjaminan melalui Jamkrida Jakarta hingga optimalisasi aset BUMD," ujar Syaefuloh dalam keterangannya, Sabtu (18/4).
Tiga Topik Strategis Akselerasi Kinerja
Dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga topik diskusi utama yang menjadi panduan operasional BUMD ke depan:
Kemandirian Finansial: Akselerasi investasi melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Syaefuloh menyebut pada Triwulan I-2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga entitas, yakni Bank Jakarta sendiri, PT Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang.
Sinergi Penjaminan: Optimalisasi pengembangan bisnis melalui penjaminan proyek strategis oleh PT Jamkrida Jakarta, khususnya dalam mendukung penyaluran kredit Bank Jakarta.
Produktivitas Aset: Mengoptimalkan aset strategis sebagai mesin pendapatan baru (new revenue stream). Hal ini mencakup pengembangan properti seperti hotel, hunian mix-used, park and ride, hingga infrastruktur pengolahan air limbah dan pangan.
Sebagai penutup rangkaian diskusi, dilakukan penandatanganan kesepakatan fasilitas kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta sebagai bentuk nyata kolaborasi antar-BUMD.
Arahan Gubernur: Bangun Budaya Profesional
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan penekanan khusus pada pentingnya kolaborasi di tengah tekanan perubahan iklim seperti ancaman El Nino dan dinamika geopolitik global. Ia mendorong BUMD untuk melakukan konsolidasi total dalam satu tahun ke depan.
Pramono juga memuji beberapa BUMD yang kini telah berekspansi melebihi lingkup lokal, seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya. Ia meyakini BUMD Jakarta akan semakin siap memberikan manfaat luas bagi warga jika dikelola secara transparan.
“Mudah-mudahan dengan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional, saya yakin BUMD Jakarta makin siap," tegas Pramono.
Melalui komitmen dalam Collaboration Charter, BUMD DKI diharapkan bertransformasi menjadi institusi yang tangguh dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif serta berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





