Jakarta: Limbah cangkang kerang hijau menumpuk di area bibir perairan Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Selain berpotensi mencemari lingkungan, warga juga merasa terganggu lantaran limbah tersebut menimbulkan bau tidak sedap.
Tumpukan setinggi lebih dari 3 meter ini telah menutupi area bibir pantai. Berdasarkan keterangan warga setempat, fenomena tumpukan limbah cangkang kerang ini telah terjadi sejak tiga hingga empat tahun lalu dan jumlahnya terus meningkat.
Limbah tersebut berasal dari aktivitas warga sekitar yang sebagian besar merupakan pengupas kulit kerang. Jika tidak segera ditangani secara serius, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan karena kerang hijau mengandung zat logam berat atau merkuri yang berbahaya.
Baca Juga: KLH Tunggu Hasil Lab Dugaan Cemaran Pestisida di Sungai Cisadane
Di sisi lain, pengamat menilai limbah cangkang kerang sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomis, seperti paving block maupun cindera mata. Namun, hingga saat ini belum ada langkah nyata dari pemerintah setempat untuk mengelola permasalahan tersebut.
Sehingga warga berharap adanya solusi dan tindakan dari pemerintah untuk segera menangani tumpukan cangkang kerang tersebut agar tidak terus menimbulkan masalah lingkungan.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




