REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Dewan Keamanan Tertinggi Nasional (SNSC) Iran pada Sabtu (17/4/2026) merilis pernyataan terkait gencatan senjata dan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). SNSC mengungkap bahwa AS sudah meminta gencatan senjata sejak hari ke-10 perang.
"AS mulai mencari jalan gencatan senjata sejak hari ke-10 perang setelah gagal dalam medan perang, dan bahwa Iran hanya setuju untuk berunding pada hari ke-40 setelah Trump secara formal menerima 10 poin rencana sebagai kerangka kerja negosiasi," demikian keterangan SNSC dikutip Drop Site.
Baca Juga
Arab Saudi dan Mesir Dilaporkan Diam-Diam Bangun Koridor Logistik Baru Hindari Selat Hormuz
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Kapal Supertanker India Dilaporkan Ditembaki IRGC
Kapal-Kapal Tanker Iran Terus Patahkan Blokade AS di Selat Hormuz
Namun kemudian, menurut SNSC, selama 21 jam perundingan di Islamabad, Pakistan, Washington mengabaikan kerangka kerja itu dan mengajukan tuntutan baru berlebihan yang secara tegas ditolak oleh delegasi Iran. Negosiasi di Islamabad pun berakhir tanpa kesepakatan apapun.
Kini, SNSC mengonfirmasi Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan telah mengirim sebuah proposal baru dari AS untuk Teheran. Proposal itu masih dibahas dan Iran belum memberikan respons termasuk menyetujui jadwal baru negosiasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
SNSC menyerukan kepada rakyat Iran untuk tetap mempertahankan persatuan nasional "guna mengonsolidasikan capaian di medan perang ke dalam arena diplomasi".