Kurangi Ketergantungan Impor Fosil, Vietnam Kaji Perpanjangan Diskon Pajak Kendaraan Listrik hingga 2031

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Vietnam tengah mengkaji wacana untuk memperpanjang penerapan tarif Pajak Konsumsi Khusus (Special Consumption Tax) yang rendah bagi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (BEV) hingga akhir tahun 2030

Langkah strategis ini diambil guna mendukung akselerasi transisi sektor transportasi domestik agar segera lepas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Fluktuasi tajam harga bahan bakar yang dipicu oleh krisis geopolitik di Timur Tengah belakangan ini diproyeksikan akan semakin mempercepat adopsi kendaraan tanpa emisi (zero-emission) di seluruh kawasan Asia Tenggara. Merespons dinamika tersebut, sejumlah pemerintah di kawasan ini mulai mengambil tindakan preventif untuk memangkas ketergantungan jangka panjang mereka terhadap impor minyak mentah.

Saat ini, tarif pajak konsumsi khusus untuk kendaraan berbasis baterai dengan kapasitas hingga 24 kursi, yang diperkenalkan sejak 2022 dipatok sangat rendah, yakni di kisaran 1% hingga 4%.

Berdasarkan laporan setempat, tarif ini pada awalnya dijadwalkan naik menjadi 4% hingga 11% mulai Februari 2027.

Sebagai perbandingan, kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) konvensional saat ini dikenakan tarif pajak yang jauh lebih tinggi, yakni antara 10% hingga 150%.

Melalui draf resolusi Majelis Nasional terbaru, Kementerian Keuangan Vietnam secara resmi mengusulkan agar tarif pajak BEV yang berlaku saat ini diperpanjang hingga akhir 2030.

Dalam rincian usulan tersebut, tarif pajak untuk mobil penumpang BEV dengan kapasitas hingga sembilan kursi akan ditahan di angka 3% selama periode tersebut, sebelum nantinya naik menjadi 11% pada 2031.

Sementara itu, pajak untuk kendaraan berkapasitas 10 hingga 16 kursi akan dipertahankan pada level 2% dan baru akan dinaikkan menjadi 7% pada 2031.

Adapun untuk kendaraan komersial dengan kapasitas 16 hingga 24 kursi, pajaknya akan tetap ditahan di angka 1%, sebelum merangkak naik ke level 4% pada 2031.

Sebagai informasi, Vietnam saat ini merupakan pasar BEV terbesar di Asia Tenggara. Produsen otomotif domestik kebanggaan mereka, VinFast, tercatat sukses mendistribusikan lebih dari 175.000 unit kendaraan listrik kepada konsumen lokal sepanjang tahun lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bonek Cium Aroma Mencurigakan Usai Persebaya Kalah 1-2 di GBT, Sebut Misi Penyelamatan Madura United dari Zona Degradasi
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Mentrans Iftitah: Beasiswa Transmigrasi Patriot Ditunda, Anggaran Dialihkan untuk Bakti Nyata
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Skenario Penyerahan Uranium Iran Bisa Jadi Terobosan Diplomasi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensos Pastikan Kini Tak Ada Lagi Siswa dan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon saat Gencatan Senjata, Ini Kata Trump-Netanyahu
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.