Delegasi DPR RI Bahas Prioritas Ekonomi dengan World Bank Group di Washington DC

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Sari Yuliati menggelar pertemuan bilateral dengan pimpinan World Bank Group di Washington DC dalam rangka Spring Meetings 2026, membahas arah kebijakan ekonomi nasional dan penguatan kerja sama strategis.

Pertemuan Bahas Arah Ekonomi dan Kerja Sama

Pertemuan berlangsung di kantor pusat Bank Dunia dengan agenda utama membahas prioritas ekonomi Indonesia serta penguatan kolaborasi dengan International Finance Corporation dan Multilateral Investment Guarantee Agency.

Delegasi Indonesia terdiri dari pimpinan DPR RI, Badan Anggaran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan, serta pejabat Bappenas.

Dari pihak World Bank Group hadir Wakil Presiden untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Felipe, Wakil Presiden IFC Sarvesh untuk Asia Pasifik, serta Wakil Presiden MIGA Junaid bidang Operasi.

Dalam sambutannya, Sari Yuliati menegaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah utama dialog kebijakan global.

"Kami sangat menghargai kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan dengan World Bank Group, termasuk dukungan dari IFC dan MIGA," ujarnya.

Dukungan Dinilai Perkuat Stabilitas dan Reformasi

DPR RI menilai dukungan terpadu dari World Bank Group mencakup pembiayaan negara, investasi sektor swasta, dan mitigasi risiko yang membantu Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Peran tersebut dinilai memperkuat stabilitas makroekonomi serta mendorong reformasi struktural di dalam negeri.

Sari menambahkan, "World Bank Group sebagai mitra pengetahuan yang andal dalam memberikan panduan kebijakan dan keahlian internasional."

Delegasi Indonesia juga menyoroti tantangan global seperti perlambatan ekonomi negara besar, ketegangan geopolitik, dan fragmentasi geo-ekonomi yang berdampak pada perdagangan, investasi, serta rantai pasok global.

Selain itu, isu ketahanan energi, pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian perdagangan internasional turut menjadi perhatian dalam pembahasan.

Indonesia Jaga Disiplin Fiskal

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto sesuai aturan yang berlaku.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa kerja sama dengan World Bank Group mencakup berbagai bidang, antara lain perubahan iklim, penciptaan lapangan kerja, reformasi kebijakan, serta proyek pembangunan.

Informasi tambahan, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia memperkuat posisi di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK Heran Ceramahnya Dipermasalahkan Usai Singgung Ijazah Jokowi
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Leverkusen ditaklukkan Augsburg, Bremen telan Hamburg
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Hikmahanto Nilai Trump Abaikan Hukum Dunia dan Langgar 4 Poin Dasasila Bandung
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Terekam Video! Momen Mencekam Jalan Penghubung Semarang-Boyolali Mendadak Longsor
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Zayn Malik dan Louis Tomlinson Bertengkar, Syuting Dokumenter One Direction Batal
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.