JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengungkapkan alasannya enggan menemui Rismon Sianipar usai melaporkannya atas tuduhan fitnah. Jusuf Kalla menyebut Rismon meminta bertemu dengan dirinya usai dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla dalam konferensi pers untuk mengklarifikasi potongan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tersebar di media sosial, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kesempatan itu, JK pun menampilkan isi pesan WhatsApp dari pihak Rismon Sianipar yang meminta untuk "silaturahmi".
Jusuf Kalla diketahui melaporkan Rismon Sianipar pada 8 April 2026 usai dituduh mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan sebesar Rp5 miliar untuk mempersoalkan ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Baca Juga: Jusuf Kalla Nilai Dirinya Dilaporkan ke Polisi usai Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli
Jusuf Kalla menyebut tuduhan Rismon mengenai pendana isu ijazah palsu Jokowi telah melebar ke mana-mana, sehingga dirinya terpaksa bertindak. Jusuf Kalla lalu menampilkan isi pesan dari kubu Rismon Sianipar.
"Soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh saya, itu pengalihan saja. Apalagi saya dituduh kasih Rp5 M. Mana saya kasih Rp5 M? Saya kenal (Roy Suryo) pun tidak," kata Jusuf Kalla.
"Ini bukti WA-nya, saya bilang jangan terima. Bilang lagi bohirnya mau menemui saya, tidak mau saya. Kenapa tiba-tiba sensitif sekali, saya katakan saya seniornya (Jokowi). Saya yang bawa ke Jakarta."
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa JK itu mengatakan dirinya memiliki peran mengorbitkan karier politik Jokowi sejak sebelum menjadi gubernur DKI Jakarta.
"Saya bawa ke Ibu Mega, 'Ibu, ini calon orang baik dari PDI-P;' (dijawab) 'Ah, jangan.' Saya datang lagi, akhirnya beliau jadilah gubernur," kata JK.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- jusuf kalla
- rismon sianipar
- jk enggan ketemu rismon
- ijazah palsu jokowi
- jk laporkan rismon sianipar





