Inggris dan Prancis Disebut akan Pimpin Misi Hormuz Segera Setelah Kondisi Memungkinkan

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Istanbul, tvOnenews.com-Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana misi multinasional yang dipimpin Inggris-Prancis untuk melindungi pelayaran maritim. Berbicara usai konferensi video yang mempertemukan 49 negara, bersama Uni Eropa dan International Maritime Organization (IMO), Starmer mengatakan para peserta sepakat mempercepat perencanaan militer untuk mengamankan jalur perairan strategis tersebut.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa, bersama Prancis, Inggris akan memimpin misi multinasional untuk melindungi kebebasan navigasi sesegera mungkin ketika kondisi memungkinkan,” kata Starmer, yang menggambarkan operasi itu sebagai murni damai dan defensif.

Ia menambahkan bahwa misi tersebut bertujuan memberikan rasa aman bagi pelayaran komersial dan mendukung upaya pembersihan ranjau. Dirinya turut mengundang negara-negara yang memiliki kepentingan dalam perdagangan global untuk berkontribusi.

Lebih dari 12 negara telah mengisyaratkan kesiapan untuk menyediakan aset, katanya, dengan konferensi perencanaan dijadwalkan berlangsung di London pekan depan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pertemuan itu bertujuan memastikan pembukaan kembali jalur perairan tersebut di tengah ketegangan kawasan,

Macron juga memperingatkan bahwa gangguan telah menimbulkan konsekuensi sangat parah bagi pasar global, termasuk pasokan minyak, gas, dan pupuk.

Ia pun menyambut pengumuman gencatan senjata yang “menggembirakan” yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Lebanon, tetapi menegaskan perlunya solusi yang berkelanjutan.

“Kita semua menuntut pembukaan penuh, segera, dan tanpa syarat Selat Hormuz,” ujarnya, sermbari menambahkan bahwa negara-negara menolak segala pembatasan atau upaya untuk memberlakukan sistem tarif maupun memprivatisasi selat tersebut.

Iran pada Jumat menyatakan Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka bagi kapal komersial, sejalan dengan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang mulai berlaku pada tengah malam Kamis, tetapi melalui rute yang telah ditentukan.

Teheran sebelumnya memblokir jalur utama pengiriman minyak tersebut setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang negara itu pada 28 Februari.

Gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pada 22 April, sementara pembicaraan menuju perdamaian jangka panjang diperkirakan segera berlangsung di Islamabad.(ant)

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi Sebut Pemerataan Konektivitas Digital Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Heboh! Istri Ahmad Sahroni Diisukan Selingkuh dengan Drummer Band 90-an
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Prediksi Skor Arema FC vs Persis: Head to Head, Susunan Pemain
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Praktik Open Dumping Ditarget Berakhir 2026, Pemerintah Dorong Pemilahan Sampah
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Terungkap, Wanita di Tangsel Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri karena Sakit Hati
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.