Pupuk Indonesia Buka Peluang Ekspor, Domestik Tetap Prioritas

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka peluang ekspor pupuk urea ke pasar global di tengah disrupsi rantai pasok dunia, dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan perseroan hanya akan mengekspor ketika pasokan domestik mencukupi, sejalan dengan arahan pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

"Ekspor hanya dilakukan jika kebutuhan dalam negeri cukup. Di tengah gejolak global, banyak orang selalu berpikir kita pasti rentan. Tapi ternyata di sektor industri pupuk kita itu kita tidak rentan, justru malah bisa mengambil posisi sebagai salah satu penyelamat ekosistem pangan regional. Karena kita bisa membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia justru berada dalam posisi strategis sebagai salah satu produsen urea terbesar dunia yang mampu berperan sebagai penyangga pasokan global. Kondisi ini membuka peluang bagi peningkatan kontribusi ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.

Peluang tersebut kian terbuka setelah sejumlah negara mulai menjajaki impor pupuk urea dari Indonesia. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut sedikitnya empat negara, yakni Australia, India, Filipina, dan Brasil, telah menjalin komunikasi di tengah gangguan distribusi global, termasuk akibat situasi di Selat Hormuz.

Kendati demikian, Rahmad memastikan ekspor hanya dilakukan di luar musim tanam untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri. Selain itu, realisasi ekspor juga akan mengacu pada penugasan resmi pemerintah.

Baca Juga

  • Harga Urea Tembus US$900, Penundaan Suntik Mati Pabrik Pupuk Tua RI Jadi Momentum Durian Runtuh
  • Pupuk Indonesia Target Produksi Urea 7,8 juta Ton, Tepis Efek Global
  • ICO Sebut Harga Kopi Global Naik 2,3% Imbas Risiko Harga Pupuk dan Geopolitik

Dari sisi kapasitas, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik yang berkisar 6 juta hingga 7 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut didukung oleh pasokan gas alam domestik yang terjamin.

Hingga 14 April 2026, stok pupuk tercatat sekitar 1,2 juta ton, yang terdiri dari pupuk subsidi dan nonsubsidi. Stok tersebut akan terus diperkuat dengan produksi harian yang berjalan dengan optimal.
Produksi harian juga berjalan optimal, dengan output urea sekitar 25.000 ton per hari dan NPK sekitar 15.000 ton per hari.

Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani melalui kebijakan harga. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi yang telah diturunkan 20% sejak Oktober 2025 dipastikan tetap berlaku, meskipun harga pupuk global berfluktuasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibunda Vidi Aldiano Senang Lihat Sheila Dara Mulai Bangkit, Sempat Hiking Bareng Keluarga Dion Wiyoko
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Teknologi Ewindo Ubah Nasib Petani, Hasil Panen Meningkat
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DEN dorong kolaborasi percepat transisi energi di Kalbar
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Mengupas Kejutan yang Dibuat Laos pada Piala AFF U-17 2026: Penganut Spirit Elephant Wars Sukses Kubur Ambisi Thailand dan Myanmar
• 10 menit lalubola.com
Berhasil disimpan.