HARIAN FAJAR, PAREPARE – Kekalahan PSM Makassar 1-2 dari Borneo FC di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) pada Sabtu (18/4/2026), menyisakan berbagai insiden . Misalnya, Pemain Pesut Etam, Mouhamad Anez, yang ditarik keluar pada menit ke-62, memukul bench pemain hingga pecah. Sementara itu, seorang suporter Juku Eja memasuki lapangan mendatangi wasit dan yang lainnya menyalakan flare.
Mouhamad Anez, gelandang Borneo FC, menunjukkan kemarahannya setelah digantikan oleh Kaio saat skor masih imbang 1-1. Anez memukul bench pemain di sisi kanan yang akhirnya pecah dengan kerusakan mencapai sekitar satu meter ke bawah.
“Saya melihat langsung aksi Mouhamad Anez yang memukul bench tersebut. Dia memang terlihat sangat kesal setelah ditarik keluar,” kata salah seorang petugas yang berada di lokasi.
Protes Suporter PSM terhadap WasitSetelah pertandingan usai, seorang suporter PSM Makassar yang mengenakan cat merah di tubuhnya melompat dari tribun timur dan masuk ke lapangan untuk mendatangi wasit yang memimpin laga, M Erfan Efendi. Suporter tersebut berlari menuju wasit dan mengarahkan ponselnya ke arah mereka sebagai bentuk protes.
Wasit sempat berusaha menghalau aksi suporter tersebut. Kemudian Ketua Panpel PSM, Isprianto, turun tangan untuk menghentikan dan mengawal suporter keluar dari lapangan. Meski didorong keluar, suporter tersebut tetap menunjuk ke arah wasit sebagai bentuk ketidakpuasan.
Keputusan wasit memberikan kartu merah kepada pemain PSM, Syahrul Lasinari, menjadi pemicu utama kemarahan suporter dan pemain PSM yang sempat melakukan protes keras.
Suporter Nyalakan FlareTak hanya protes verbal, suporter PSM Makassar juga menyalakan dua flare di tribun selatan saat skuad mereka menyapa para pendukung. Flare yang menyala tersebut bahkan dilemparkan ke dalam area lapangan, menambah suasana semakin memanas.
Beberapa suporter juga nekat memanjat pagar pembatas tribun dan masuk ke area belakang gawang sebelah selatan. Mereka tampak meluapkan kekecewaan secara langsung kepada para pemain di lapangan.
Insiden ini menunjukkan betapa besar tekanan dan emosi yang dirasakan oleh pemain dan suporter setelah kekalahan yang menyakitkan itu, dan menimbulkan perhatian serius terkait keamanan dan pengendalian emosi dalam pertandingan sepak bola.





