Mendikti Buka Suara soal Grup Chat Mesum FHUI hingga Pelecehan Guru Besar

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto buka suara terkait sejumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus dalam beberapa waktu terakhir. Brian mengatakan kampus seharusnya menjadi tempat aman dan memuliakan manusia.

"Bagi kami, satu kasus saja sudah terlalu banyak. Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, sehat, berintegritas, dan memuliakan martabat manusia," kata Brian saat dihubungi detikcom, Minggu (19/4/2026).

Dalam bulan ini ada empat kasus pelecehan seksual di kampus yang muncul di publik. Dua kasus berupa grup chat mesum yang berada di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca juga: Mendikti Minta Rektor Unpad Kebut Periksa Guru Besar Lecehkan Mahasiswi Asing

Dua kasus lainnya berupa kasus pelecehan seksual yang dilakukan guru besar Universitas Padjajaran terhadap mahasisiwi asing, serta kasus pelecehan seksual yang dilakukan dosen di Universitas Budi Luhur terhadap mahasisiwi.

Brian mengatakan, Kemendikti Saintek telah berkoordinasi dengan para Rektor kampus terkait. Dia mendorong kampus untuk menuntaskan kasus pelecehan yang terjadi di lingkungannya secara cepat dan transparan.

"Terkait beberapa kasus yang disebutkan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah berkoordinasi dengan para Rektor perguruan tinggi terkait. Kami mendorong agar setiap kampus menangani laporan secara cepat, transparan, objektif, serta memastikan perlindungan dan pendampingan bagi korban," jelas Brian.

Dia menambahkan, sanksi tegas harus dijatuhkan kepada para pihak yang melanggar tanpa terkecuali.

"Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka harus ada sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Kami tidak ingin ada toleransi untuk berbagai kasus kekerasan seksual di kampus," ujar Brian.

Baca juga: Polisi Koordinasi dengan UI soal Grup Chat Mesum FHUI, Kumpulkan Barang Bukti

Lebih lanjut Brian memastikan Kemendikti Saintek akan terus mengawal penuntasan kasus-kasus tersebut hingga selesai. Dia menekankan pengusutan kasus yang adil dan transparan.

"Kemdiktisaintek akan terus memantau kasus-kasus ini dan memastikan kampus menjalankan kewajibannya. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi semua. Karena pendidikan tinggi bukan hanya tentang mencetak manusia cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, dan menghormati sesame," pungkas Brian.




(ygs/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurban Satu Kambing Secara Patungan, Bolehkah?
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pura-Pura Jadi Pemulung, Pencuri Rumah Kosong di Padang Akhirnya Dibekuk Polisi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pakar: Skema Biaya Haji dari APBN Bisa Ditempuh Lewat Perppu
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tawuran Mencekam di Petamburan, Lapak Pedagang Terbakar hingga Polisi Lepas Gas Air Mata
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Putaran Kedua Negosiasi AS–Iran Segera Digelar di Pakistan
• 9 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.