JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia menyambut baik gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang berlaku pada Jumat (17/4/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan Indonesia mengharapkan gencatan senjata ini dapat berujung perdamaian secara permanen.
Nabyl mengatakan Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan situasi dan perundingan kedua belah pihak. Pemerintah Lebanon dan Israel diketahui terlibat perundingan langsung di Amerika Serikat (AS) sebelum gencatan senjata.
"Indonesia mengharapkan agar perundingan tersebut dapat menghasilkan gencatan senjata permanen," kata Nabyl di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Trump Bikin Netanyahu Kaget dengan Larang Keras Israel Bombardir Lebanon
Nabyl menambahkan, Indonesia berharap adanya langkah konkret untuk menindaklanjuti gencatan senjata di Lebanon. Langkah konkret disebutnya diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dan memburuknya situasi kemanusiaan di Lebanon.
Pemerintah Indonesia juga mendesak semua pihak agar menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan perlindungan terhadap warga sipil.
"Indonesia menegaskan semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan menghormati kedaulatan negara,” kata Nabyl dikutip Antara.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Lebanon dan Israel telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari sejak Jumat (17/4) tengah malam waktu Lebanon.
Hizbullah menyatakan mendukung gencatan senjata tersebut. Namun, Hizbullah menuntut Israel berkomitmen menghentikan serangan dan menarik total pasukan dari wilayah Lebanon.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gencatan senjata lebanon
- lebanon
- kemlu ri
- hizbullah
- serangan israel ke lebanon





