New York: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada hari Sabtu yang menewaskan seorang prajurit perdamaian asal Prancis dan melukai tiga personel lainnya.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Guterres mengatakan kutukan kerasnya atas serangan yang menyasar UNIFIL tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, rekan, dan kerabat dari prajurit yang gugur, serta mendoakan agar korban yang terluka segera mendapatkan pemulihan total.
Guterres mencatat bahwa insiden ini merupakan serangan ketiga dalam beberapa pekan terakhir yang menyebabkan kematian bagi pasukan perdamaian di Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai keselamatan personel PBB yang bertugas di negara tersebut.
Ia menegaskan bahwa serangan-serangan ini harus segera dihentikan dan mendesak semua pihak untuk menghormati penghentian permusuhan serta mematuhi gencatan senjata. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengonfirmasi bahwa seorang prajuritnya tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan pasukan UNIFIL tersebut.
Melalui pernyataan di media sosial X, Macron mengidentifikasi korban gugur sebagai Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Zeni Lintas Udara ke-17 yang berbasis di Montauban. Macron juga menambahkan bahwa seluruh indikasi yang ada menunjukkan tanggung jawab kelompok Hizbullah atas serangan ini.
Pihak UNIFIL mengatakan telah meluncurkan investigasi setelah salah satu posisinya di desa Ghanduriyah, Lebanon selatan, ditembaki dengan senjata ringan oleh aktor non-negara. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami detail peristiwa tersebut. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Melalui PBB, RI Pimpin Pernyataan Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL




