Sosok Christina Koch, Perempuan Pertama yang Lakukan Misi ke Bulan

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Misi Artemis II berhasil mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat. Misi antariksa yang dijalankan oleh NASA dari 1–10 April 2026 ini mencatat berbagai tonggak sejarah baru, termasuk keberhasilan mengirim Christina Koch sebagai perempuan pertama yang mengorbit Bulan.

Christina menjalankan misi ini bersama tiga rekan laki-lakinya, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, dan Jeremy Hansen. Mereka kompak dalam melakukan penelitian di luar Bumi dengan menggunakan pesawat luar angkasa Orion.

Selama misi berlangsung, Christina memiliki banyak peran. Salah satunya sebagai tukang ledeng dadakan sebab toilet dalam pesawat luar angkasa itu tiba-tiba bermasalah saat misi berlangsung. Beruntung, ia berhasil memperbaikinya.

"Saya adalah tukang ledeng luar angkasa. Saya bangga menyebut diri saya tukang ledeng luar angkasa,” ujarnya saat siaran langsung pada 3 April 2026.

Pencapaian Christina dalam misi Artemis II ini turut menambah daftar panjang sejumlah pencapaiannya dalam bidang astronomi. Untuk mengenal sosoknya lebih jauh, mari simak artikel ini, Ladies!

Sosok Christina Koch, jadi astronaut sejak 2013

Christina Koch bukanlah orang asing di dunia antariksa. Dirinya telah terpilih menjadi seorang astronaut NASA sejak 2013. Namun, sebelum itu ia telah bekerja sebagai insinyur Listrik di Goddard Space Flight Center, laboratorium pusat NASA.

Posisi tersebut ia raih berkat ilmu pengetahuannya di perguruan tinggi. Christina menempuh pendidikan sarjana di North Carolina State University, Amerika Serikat, jurusan teknik elektro dan fisika.

Ia kemudian melanjutkan jenjang magister di universitas yang sama namun dengan jurusan teknik elektro. Christina juga telah menerima gelar Doktor Kehormatan dari North Carolina State University.

Jejak penerbangan luar angkasa

Christina Koch memulai petualangan luar angkasanya pada 14 Maret 2019. Ia terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kemudian ia kembali ke Bumi pada 6 Februari 2020. Melalui misi ini, Christina mencetak rekor sebagai perempuan dengan durasi penerbangan luar angkasa tunggal terlama.

Menurut laman resmi NASA, Christina Koch ini telah melakukan enam kali perjalanan luar angkasa, termasuk tiga misi yang seluruh awaknya perempuan. Misi Artemis II menjadi salah satu perjalanan Christina yang paling banyak disorot publik. Hal ini karena ia berhasil mendobrak dominasi laki-laki dalam kru astronaut.

Christina dan rekan-rekannya telah berhasil mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, wilayah San Diego, California, pada 10 April 2026. Ia berhasil menuntaskan misi tersebut dengan mengesankan.

Keep inspiring, Christina!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buya Yahya Jelaskan Hukum Memaksakan Haji dan Umrah saat Belum Mampu
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Jaring Anti-Drone Rusia ‘Darwin-Z’: Bisa Menutup Sendiri Usai Dihantam Ledakan
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional KKB di Yahukimo
• 38 menit lalurctiplus.com
thumb
Guardiola Minta Pemain Manchester City Tampil Percaya Diri Lawan Arsenal
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
F Word: Feminisme Tak Sama dengan Misandri
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.