Jakarta, tvOnenews.com - Jorge Martin mengidentifikasi teknik pengereman sebagai perbedaan utama antara Aprilia dan Ducati di MotoGP 2026.
Setelah menjalani musim debut yang terganggu bersama Aprilia serta minimnya tes musim dingin, mantan juara dunia itu justru muncul sebagai salah satu kejutan di musim 2026.
- Instagram/Aprilia
Martin telah naik podium dalam empat balapan terakhir, termasuk meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di Sprint COTA, dan kini berada di posisi kedua klasemen dunia di belakang rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Menurut Martin, peningkatan performanya didorong oleh kombinasi aerodinamika dan perubahan cara pengereman di motor RS-GP.
“Saya pikir aerodinamika terbaru adalah kuncinya bagi saya,” kata Martin di Amerika Serikat. “Saya langsung merasa nyaman.
“Selain itu, saya mengubah gaya. Saya sedikit mengubah cara saya mengerem, dan itulah mengapa saya merasa jauh lebih baik di Aprilia.”
Martin tidak ingin mengungkap detailnya, namun menjelaskan bahwa teknik pengereman yang direvisi, yang juga sudah digunakan oleh Bezzecchi sangat berbeda dibandingkan dengan yang dibutuhkan saat menggunakan Ducati.
“Saya tidak ingin membahasnya terlalu jauh; saya tidak ingin membantu yang lain… Yang jelas Marco sudah menguasainya,” ujarnya.
“Ini benar-benar sangat berbeda dengan Ducati, di mana pengereman juga merupakan keunggulan, tetapi pendekatannya benar-benar lain dalam menggunakan tuas rem.”
Kekuatan Aprilia dalam pengereman juga diakui oleh Francesco Bagnaia setelah Martin mengalahkannya di lap terakhir Sprint.
“Kalian sekarang sudah meningkatkan beban pengereman, kalian benar-benar kuat sekarang,” kata Bagnaia kepada Martin dalam perjalanan menuju podium COTA.
Sementara itu, Francesco Bagnaia sendiri diperkirakan akan menggantikan Martin di Aprilia musim depan. Sedangkan Jorge Martin santer dikaitkan dengan kepindahan ke Yamaha.




