Seorang kurir narkoba bernama Rasad tak berkutik saat diringkus polisi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Sabtu (18/4). Penangkapan ini dilakukan setelah petugas mencurigai gerak-gerik pelaku yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa penangkapan bermula saat tim Subdit 5 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri sedang melakukan pengamanan di pelabuhan.
Saat tas yang dibawa Rasad diperiksa menggunakan x-ray, petugas curiga dengan isi tas yang dibawa Rasad.
"Terlihat tas warna hitam yang mencurigakan berbentuk kristal, lalu petugas memeriksa tas tersebut ditemukan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 12.263 gram dan inex 5 butir," kata Eko dalam keterangannya, Minggu (19/4).
Setelah penemuan tersebut, petugas langsung mengamankan Rasad ke pos penjagaan untuk menjalani interogasi singkat.
Kepada polisi, Rasad mengaku mendapatkan perintah dari seseorang bernama Rizki untuk mengambil barang haram tersebut di sebuah rumah kosong di Kota Klang, Selangor, Malaysia.
Rasad mengungkapkan, narkoba tersebut rencananya akan dibawa menuju Surabaya, Jawa Timur. Untuk menjalankan aksinya, ia dijanjikan upah sebesar Rp 20 juta jika barang sampai di tujuan.
Namun, sejauh ini ia baru menerima uang operasional sebesar Rp 3 juta dari orang suruhan Rizki yang bernama Farhan.
“Narkotika tersebut akan dibawa ke Surabaya, Jawa Timur," ucap Eko.
Perjalanan Rasad terbilang cukup panjang. Ia menyeberang dari Malaysia ke Tanjung Balai menggunakan speedboat, lalu melanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil travel ke Pekanbaru, hingga menyambung dengan bus dan ojek untuk mencapai Pelabuhan Bakauheni.
"Dia dijanjikan Rp 20 juta setelah sampai tujuan oleh suruhan Rizki bernama Farhan yang mengantar menuju speedboat untuk berangkat ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Balai," jelas Eko.
Selain menyita sabu dan ekstasi, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 2.096.000 dan 650 Ringgit Malaysia sebagai barang bukti.
Saat ini, Bareskrim Polri masih melakukan pengembangan intensif untuk memburu anggota jaringan lainnya dan membongkar sindikat narkoba internasional tersebut.





