Sumatera menjadi pulau dengan peminat terbanyak dari luar Jawa yang mendaftar ke lima kampus terbaik Indonesia via jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Temuan itu kami dapatkan dengan cara scrapping situs https://snpmb.id/ untuk mencari pola penerimaan maba sejak 2021 hingga 2025.
Di balik fakta tersebut, ada filosofi yang telah lama mengakar dalam budaya Batak: Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au. Dalam bahasa Batak, ungkapan itu berarti “anak adalah harta paling berharga." Filosofi ini mendorong masyarakat Batak untuk berjuang sekuat mungkin untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Menurut Agus Suriadi, Pengamat Sosial dari Universitas Sumatera Utara, filosofi tersebut hidup kuat dalam budaya Batak. Masyarakat Batak meyakini pendidikan dan masa depan anak adalah prioritas utama, meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit.
"Dalam budaya Batak, keluarga dan anak-anak adalah pusat dari kehidupan. Meskipun menghadapi kesulitan, orang tua akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka," jelas Agus pada wawancara bersama kumparan, Senin (13/4).
Filosofi tersebut terpatri dalam diri Naufal Azmy, siswa SMAN 1 Medan, yang akan bertarung dalam seleksi nasional Perguruan Tinggi Nasional (PTN) 2026. Ia mendaftar Sekolah Bisnis Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tekadnya sudah bulat untuk merantau lantaran sudah didukung oleh orang tuanya.
"Saya mau ke sana (ITB), selalu di-support [didukung orang tua]" ucap Naufal saat berbincang dengan kumparan, Senin (13/4).
Tak hanya dukungan mental, keluarga Naufal turut menjamin kehidupan Naufal di ITB walau biaya yang harus dikeluarkan cukup besar.
"Untuk biaya sudah diperkirakan ke sananya (masuk ke ITB), kan. lumayan cukup besar untuk biaya ke sana. Tapi itu sudah diatur semuanya, maka saya bisa bertahan hidup di sana," tambah Naufal.
Pengalaman senada diceritakan oleh Muhammad Faathir Rasya. Ia berencana berkuliah di Universitas Indonesia dengan mengambil prodi psikologi. Faathir bercerita bahwa orang tuanya selalu mendukung pilihannya dan akan memberikan jalan.
"Menurut orang tua, orang tua selalu support mau pun ke mana itu saya, pasti selalu support, dan selalu mendukung, juga memberikan jalan," tutur Faathir.
"Karena saya ingin mencari [ilmu], saya itu keluar untuk mencari beberapa ilmu yang tidak saya dapatkan di sini. Dan juga yang pasti saya akan kembali," tambahnya.
Siswa Sumatera Dominan MerantauBerdasarkan QS World University Rankings2025, 5 kampus teratas di Indonesia semuanya terletak di Pulau Jawa. Mau tidak mau, siswa-siswi yang mengincar perguruan tinggi top di Indonesia harus menetap di Pulau Jawa.
Dari seluruh pendaftar luar Pulau Jawa yang mengincar lima kampus top Indonesia, mayoritas justru berasal dari Sumatera Utara. Pola tersebut kami temukan melalui penarikan data dari situs SNPMB, dengan fokus pada sebaran peminat berdasarkan asal provinsi pendaftar.
Untuk mempersempit analisis, kami memilih lima kampus dengan peringkat tertinggi versi QS World University Rankings. Kelima universitas tersebut adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor.
Dalam 5 tahun terakhir, jumlah peminat asal pulau luar jawa terus meningkat. Rata-rata jumlah peningkatan peminat mencapai 104,5 persen. Walaupun adanya kenaikan, peminat asal Pulau Sumatera tetap menjadi yang terbesar. Bahkan persentase kenaikan jumlah peminat mencapai 144,75 persen.
Bila dilihat dari 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Utara juga menjadi penyumbang terbesar. Hal itu terus konsisten dalam 5 tahun terakhir.
Pada 2025, Sumatera Utara kembali menempati posisi teratas sebagai provinsi asal peminat tertinggi di luar Pulau Jawa. Jumlahnya mencapai 18,99 persen dari total peminat secara nasional.
Prodi hingga Kampus FavoritMelalui data yang sama, kami turut mencari prodi favorit peminat asal Sumut. Kami menemukan bahwa pada 2025 jurusan paling favorit adalah akuntansi dengan jumlah peminat mencapai 789 siswa. Disusul dengan hukum, kedokteran, hingga Fakultas Perminyakan dan Pertambangan (ITB).
Dari segi kampus, UI menjadi kampus yang paling dituju oleh siswa-siswi asal Sumut dengan jumlah 3.715 siswa pada 2025. Selanjutnya ada UGM dengan total 3.450 peminat.
Ketertarikan para siswa terhadap kampus-kampus di Pulau Jawa turut didukung dengan pemahaman bahwa ada ilmu, koneksi, dan relasi yang mereka bisa bawa ke daerah asal.





