Akhiri Ketegangan, Haiti dan Republik Dominika Buka Kembali Wilayah Udara

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Port-au-Prince: Haiti dan Republik Dominika resmi membuka kembali wilayah udara bersama mereka pada Jumat lalu, mengakhiri ketegangan diplomatik yang telah memburuk selama berbulan-bulan akibat eskalasi kekerasan geng bersenjata di Haiti.

Kesepakatan krusial ini ditandatangani langsung oleh delegasi kedua negara di sebuah taman industri di sepanjang perbatasan.

Sebelumnya, penutupan wilayah udara diperintahkan oleh Presiden Republik Dominika Luis Abinader pada 2024 silam. Kebijakan itu diambil sebagai respons darurat atas memburuknya krisis keamanan di Haiti, negara yang berbagi perbatasan darat sepanjang 391 kilometer dengan Republik Dominika.

"Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas, meningkatkan hubungan ekonomi, dan memperkuat ikatan antara kedua negara," bunyi pernyataan bersama tersebut, dikutip dari Anadolu, Sabtu, 18 April 2026.

Penerbangan antara kedua negara bertetangga ini dijadwalkan akan kembali beroperasi normal pada Mei mendatang.

Dalam kesepakatan tersebut, delegasi kedua pihak juga menyampaikan apresiasi khusus kepada komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Satuan Tugas Anti-Geng (FRG). Bantuan internasional dinilai menjadi faktor penentu dalam upaya membantu otoritas Haiti meruntuhkan dominasi kelompok kriminal.

Langkah normalisasi ini terjadi di tengah gencarnya kampanye Perdana Menteri Haiti Alix Didier Fils-Aime dalam memberantas geng bersenjata. Pasalnya, kelompok kriminal masih mencengkeram kuat negara tersebut, khususnya di kawasan ibu kota.

Haiti memang tengah mengalami gejolak transisi internal yang signifikan. Februari lalu, Komite Kepresidenan Transisi resmi dibubarkan setelah setahun bertugas, dan Fils-Aime kini bertindak sebagai kepala negara.

Sebagai upaya nyata pemulihan keamanan, Pasukan Penekan Geng (GSF) yang didukung PBB telah dikerahkan ke Haiti pada 1 April lalu. Pasukan yang ditargetkan mencapai 5.500 personel ini akan disiagakan selama 12 bulan ke depan, mengingat estimasi terkini menyebut sekitar 90 persen wilayah ibu kota Port-au-Prince masih berada di bawah kendali kriminal.

Baca juga:  Serangan Geng Bersenjata di Haiti Tewaskan 70 Orang, Ribuan Warga Mengungsi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswa SMAN 1 Purwakarta Minta Maaf Usai Viral Acungkan Jari Tengah ke Guru, Sayang Mereka Terancam Di-blacklist
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Keren! Mahasiswi ITS Ini Raih SKEM Tertinggi dan Lulus 3,5 Tahun
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
5 Berita Terpopuler: Kabar Terbaru Wacana Gaji PPPK & P3K PW, Ada Usul Bersumber dari APBN, Segera Dimulai?
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Brush Jjaemu, Game Viral yang
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
BCA sabet empat penghargaan mitra Surat Utang Negara dari Kemenkeu
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.