Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menaikkan insentif bagi kader pos pelayanan terpadu (posyandu) serta bantuan sosial (bansos) untuk lanjut usia (lansia) pada 2026 untuk 8.118 penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam Zulkifli Aman menyampaikan insentif kader posyandu kini naik dari Rp400 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan dan bansos lansia meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.
“Ada peningkatan dari tahun 2025 dan penyesuaian ini dilakukan untuk mengimbangi inflasi serta meningkatkan kesejahteraan para kader dan lansia,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Ahad.
Ia menjelaskan total kader posyandu yang menerima insentif mencapai 3.990 orang yang tersebar di 570 posyandu. Selain itu terdapat 128 kader Kelurahan Siaga Tuberkulosis, sehingga total keseluruhan kader mencapai 4.118 orang.
Baca juga: Wapres Gibran isyaratkan kabar baik tambahan insentif kader posyandu
Menurut Zulkifli, peran posyandu saat ini semakin luas seiring penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu kini mencakup enam urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial jadi tanggung jawab mereka juga lebih banyak,” kata dia.
Sementara itu untuk bansos lansia, Pemkot Batam mengalokasikan anggaran bagi 4.000 penerima pada 2026. Dengan penerima kader, total penerima pada 2026 ditargetkan mencapai 8.118 orang.
Hingga Maret, Zulkifli mengatakan sebanyak 1.618 lansia telah menerima bantuan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi yang merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga: Pemerintah prioritaskan kuota bansos untuk 4,2 juta lansia tunggal
“Untuk sekarang baru 1.618 yang sudah menerima. Jika ada yang baru terverifikasi di bulan berikutnya, mereka tetap akan menerima bantuan penuh selama 12 bulan sesuai alokasi anggaran,” katanya.
Ia mengatakan kebijakan tersebut untuk memberikan rasa aman bagi lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami ingin para lansia merasa tenang dan tidak lagi khawatir terhadap kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.
Penyaluran bansos secara keseluruhan telah berjalan, kata dia, secara simbolis dilakukan oleh wali kota dan wakil wali kota di beberapa wilayah, seperti Sagulung, Bengkong, Nongsa, dan Belakangpadang.
Baca juga: Menko PM sebut difabel, lansia, ODGJ akan dapat bansos abadi
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam Zulkifli Aman menyampaikan insentif kader posyandu kini naik dari Rp400 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan dan bansos lansia meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan.
“Ada peningkatan dari tahun 2025 dan penyesuaian ini dilakukan untuk mengimbangi inflasi serta meningkatkan kesejahteraan para kader dan lansia,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Ahad.
Ia menjelaskan total kader posyandu yang menerima insentif mencapai 3.990 orang yang tersebar di 570 posyandu. Selain itu terdapat 128 kader Kelurahan Siaga Tuberkulosis, sehingga total keseluruhan kader mencapai 4.118 orang.
Baca juga: Wapres Gibran isyaratkan kabar baik tambahan insentif kader posyandu
Menurut Zulkifli, peran posyandu saat ini semakin luas seiring penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Posyandu kini mencakup enam urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial jadi tanggung jawab mereka juga lebih banyak,” kata dia.
Sementara itu untuk bansos lansia, Pemkot Batam mengalokasikan anggaran bagi 4.000 penerima pada 2026. Dengan penerima kader, total penerima pada 2026 ditargetkan mencapai 8.118 orang.
Hingga Maret, Zulkifli mengatakan sebanyak 1.618 lansia telah menerima bantuan, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi yang merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga: Pemerintah prioritaskan kuota bansos untuk 4,2 juta lansia tunggal
“Untuk sekarang baru 1.618 yang sudah menerima. Jika ada yang baru terverifikasi di bulan berikutnya, mereka tetap akan menerima bantuan penuh selama 12 bulan sesuai alokasi anggaran,” katanya.
Ia mengatakan kebijakan tersebut untuk memberikan rasa aman bagi lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami ingin para lansia merasa tenang dan tidak lagi khawatir terhadap kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.
Penyaluran bansos secara keseluruhan telah berjalan, kata dia, secara simbolis dilakukan oleh wali kota dan wakil wali kota di beberapa wilayah, seperti Sagulung, Bengkong, Nongsa, dan Belakangpadang.
Baca juga: Menko PM sebut difabel, lansia, ODGJ akan dapat bansos abadi





