Produser Sebut Film Songko Bukan Sekadar Horor: Bisa Jadi Medium Mengangkat Identitas Budaya

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Film horor di Indonesia selama ini identik dengan suasana mencekam dan kejutan yang memacu adrenalin. Kini, sejumlah sineas mencoba menghadirkan horor dengan pendekatan yang lebih mendalam, bukan hanya untuk menakut-nakuti, tetapi juga menyampaikan cerita yang memiliki nilai budaya kuat. Seperti halnya dalam film Songko yang hadir dengan konsep berbeda dari kebanyakan film horor pada umumnya.

Alih-alih sekadar menghadirkan teror, film ini justru mengangkat kisah yang berakar dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Cerita yang sebelumnya hanya dikenal secara lisan di tengah masyarakat, kini diolah menjadi karya visual dengan pendekatan yang serius. Prosesnya tidak hanya berfokus pada efek horor, tetapi juga melibatkan riset budaya yang mendalam, pemilihan lokasi yang sesuai dengan latar cerita, hingga keterlibatan talenta lokal. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Baca Juga :
Steam Gratiskan Game Horor Populer, Klaim Sekarang Sebelum Terlambat!
Produser Film ‘Sang Pengadil’ Jadi Tersangka TPPU, Diduga Simpan Harta Zarof Ricar

Eksekutif Produser dari rumah produksi Santara, Whisnu Baker, menjelaskan bahwa sejak awal proyek ini memang tidak hanya ditujukan sebagai tontonan menegangkan semata. Menurutnya, ada tujuan yang lebih besar di balik produksi film tersebut.

“Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa. Lewat Songko, kami ingin menunjukkan bahwa horor bisa menjadi medium untuk mengangkat identitas budaya, bukan hanya sekadar hiburan,” ujar Whisnu. 

Ia juga menegaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan mempertimbangkan keaslian cerita. Tim produksi berupaya menjaga nilai budaya tetap utuh dengan cara berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dan melibatkan talenta lokal.

“Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan bahwa cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat. Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut,” lanjutnya.

Sejak materi promosi dan trailer dirilis, film ini mulai mendapatkan perhatian dari publik. Banyak warganet yang memberikan tanggapan positif, terutama terhadap pendekatan visual dan nuansa lokal yang terasa kuat. Sebagian penonton menilai bahwa sinematografi yang ditampilkan memberikan kesan serius dan berbeda dari film horor kebanyakan.

Baca Juga :
Sinopsis Film Yang lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan: Suguhkan Keresahan Para Gen Z di Keluarga
Talenta Lokal Manado Jadi Kunci Keaslian Film Horor Terbaru dari Legenda Tanah Minahasa
Nanggung Beban! Yasmin Napper Ungkap Rasanya Jadi Anak Sulung di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahmad Amiruddin Ungkap Penyebab Kekalahan PSM Makassar dari Borneo FC di GBH Parepare
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Jajaran Direksi Agresif Serok Saham BBCA, Pengamat Pasang Target Harga Segini
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Harga LPG 12 Kg Resmi Naik, Jadi Rp228.000-Rp285.000 per Tabung
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Perang Sudan Memasuki Tahun Keempat, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Pakar: Perppu opsi konstitusional untuk skema biaya haji lewat APBN
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.