Penulis: Fityan
TVRINews – Beirut
Operasi Penghancuran Berlanjut di Lebanon Selatan meski Gencatan Senjata Mulai Berlaku
Ketegangan membayangi hari-hari awal gencatan senjata di Lebanon Selatan setelah pasukan Israel dilaporkan melakukan penghancuran bangunan secara sistematis di kota bersejarah Bint Jbeil pada Minggu 19 April 2026.
Laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebutkan bahwa militer Israel kembali melakukan operasi peledakan rumah-rumah warga. di tengah masa tenang 10 hari yang baru saja disepakati untuk meredakan eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah.
Bint Jbeil, yang terletak sekitar lima kilometer dari perbatasan, bukan sekadar titik geografis.
Kota ini memegang nilai simbolis yang mendalam dalam sejarah konflik kedua belah pihak.
• *Palagan 2006* : Kota ini menjadi saksi pertempuran paling sengit dalam perang tahun 2006, yang kemudian membentuk narasi ketangguhan Hezbollah.
• *Pidato Pembebasan:* Di stadion kota inilah, mendiang pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, menyampaikan pidato "Pembebasan" yang ikonik pada tahun 2000 setelah berakhirnya pendudukan Israel selama 22 tahun.
*Dilema Zona Keamanan*
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya menegaskan bahwa penghancuran infrastruktur di sepanjang perbatasan adalah langkah preventif.
Menurutnya, tindakan ini diperlukan guna menghapus ancaman langsung dari wilayah yang berbatasan dengan Israel serta membentuk zona keamanan yang permanen.
Namun, kebijakan ini menuai kecaman keras dari Beirut. Menteri Pertahanan Lebanon, Michel Menassa, menilai tindakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk mengubah demografi kawasan.
"Rencana ini adalah bukti nyata dari niat untuk mengusir ratusan ribu warga sipil secara paksa dan menghancurkan desa-desa secara sistematis," ujar Menassa dalam pernyataan resminya sebagaimana dikutip dari NNA.
*Konteks Eskalasi Pasca-2024*
Rentetan penghancuran ini mengingatkan pada pola operasi militer Israel pasca-gencatan senjata November 2024.
Kala itu, meski pemimpin-pemimpin utama Hezbollah termasuk Nasrallah telah tewas dalam serangan udara, penghancuran pemukiman di beberapa kota perbatasan tetap dijalankan sebagai bagian dari strategi "pembersihan" infrastruktur militer yang diduga tertanam di area sipil.
Kini, dengan diberlakukannya gencatan senjata terbaru sejak tengah malam hari Kamis 16 April 2026, komunitas internasional memantau ketat apakah operasi penghancuran ini akan mengancam stabilitas perdamaian yang masih rapuh di perbatasan kedua negara.
Editor: Redaktur TVRINews





