Pentagon Peringatkan Ukraina: Jangan Terus Bergantung pada Bantuan Militer AS

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Berlin: Pejabat tinggi kebijakan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon memperingatkan Ukraina untuk tidak terlalu bergantung pada AS perihal bantuan militer.

Peringatan ini sekaligus menjadi sinyal tekanan keras bagi sekutu-sekutu Eropa agar segera mengambil alih kendali kepemimpinan dalam membantu Ukraina melawan Rusia.

Dalam pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di Berlin pekan ini, pejabat Pentagon Elbridge Colby menegaskan bahwa dukungan Washington selama ini terlalu mengandalkan penarikan stok persediaan terbatas milik AS. Ia mengisyaratkan pendekatan tersebut kini tidak lagi berkelanjutan.

"Eropa harus mempercepat asumsi tanggung jawab utamanya untuk pertahanan konvensional benua itu. Ini bukan masalah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis," tegas Colby, seperti dikutip dari APA.az, Sabtu, 18 April 2026.

Colby juga mendesak agar bantuan lanjutan untuk Kyiv ke depannya tidak lagi mengandalkan kontribusi besar dari AS. Ia menuntut negara-negara sekutu untuk meningkatkan pendanaan dan kapasitas produksi senjata secara mandiri.

Di bawah komando Donald Trump, aliran bantuan militer baru AS untuk Ukraina dilaporkan merosot drastis hingga hampir tidak ada sama sekali. Bantuan Militer AS ke Ukraina Menurut pelacak dukungan Kiel (Kiel Support Tracker), bantuan militer AS ke Ukraina anjlok 99 persen pada tahun 2025. Meski begitu, Washington menyatakan tetap bersedia menjual senjata ke Kyiv, asalkan didanai oleh sekutu lain di bawah program Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina yang dipimpin NATO.

Wakil Presiden AS JD Vance bahkan secara terang-terangan mengaku bangga atas langkah penghentian bantuan militer secara cuma-cuma ke Ukraina.

"Itu adalah salah satu hal yang paling saya banggakan yang telah kami lakukan dalam pemerintahan ini; kami telah memberi tahu Eropa bahwa jika Anda ingin membeli senjata, Anda bisa. Tetapi AS tidak akan membeli senjata dan mengirimkannya ke Ukraina lagi," ujar Vance dalam acara Turning Point USA.

Langkah pergeseran menuju skema penjualan senjata ini juga diambil karena AS dan sekutu-sekutunya di Teluk tengah menghadapi tekanan imbas perang melawan Iran yang diluncurkan oleh Trump dan Israel. AS perlu kembali berfokus membangun kembali stok rudal pertahanan udara yang juga dibutuhkan oleh Kyiv.

Merespons tekanan tersebut, sekutu-sekutu Eropa dilaporkan mulai memberikan gelombang dukungan baru bagi Ukraina seputar pertemuan Berlin, dengan fokus utama pada pengadaan pesawat nirawak (drone), pertahanan udara, serta kemampuan serangan jarak jauh.

Baca juga:  Zelensky: AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina karena Perang Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Fakta Kebakaran di Jakbar Tewaskan Sekeluarga
• 12 jam laludetik.com
thumb
2 Pelaku Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Ditangkap, Ini Inisialnya
• 19 menit lalurctiplus.com
thumb
Nekat Seberangi Sungai Litani, Warga Lebanon Kembali ke Rumah Usai Gencatan Senjata
• 4 menit lalukompas.tv
thumb
Total 3.400 Orang di Iran Tewas selama Perang dengan AS-Israel
• 11 jam laludetik.com
thumb
Iran Kembali Perketat Kendali Selat Hormuz, Trump: Amerika Tak Bisa Diperas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.