Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan arsitektur tangguh di Indonesia melalui penyelenggaraan Architecture Acceleration Workshop (AAW) dalam rangkaian Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) International Conference on Natural & Human Disasters 2026.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya meningkatkan kapasitas arsitek nasional dalam menghadapi risiko multi-bencana sekaligus mendorong transformasi praktik arsitektur yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa konsep ketangguhan atau resilience harus menjadi bagian integral dalam ekosistem arsitektur nasional.
"Resilience bukan hanya konsep desain, tetapi harus menjadi kerangka kebijakan, kerangka bisnis, dan kerangka praktik profesional. Ke depan, kita membutuhkan arsitek yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi juga mampu mengantisipasi dan menciptakan nilai ekonomi dari solusi ketahanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 19 April 2026.
AAW juga menjadi ruang kolaborasi lintas negara dengan menghadirkan perspektif lokal dan global dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai pemangku kepentingan, yang terbagi dalam dua tema utama, yakni Local Perspectives – Practices in Indonesia dan Global Perspectives – Collaboration & Sharing of Expertise Beyond Borders.
Forum DR3 Aceh 2026 sendiri merupakan ajang internasional yang diselenggarakan oleh International Union of Architects dan menjadi yang pertama digelar di Indonesia. Forum ini mengangkat isu strategis terkait pengurangan risiko bencana, ketahanan, serta pemulihan pascabencana dalam konteks arsitektur.
Melalui AAW, Ekraf berharap lahir pendekatan baru dalam praktik arsitektur yang tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga menjadi solusi strategis bagi pembangunan nasional dan regional. Selain itu, arsitek Indonesia diharapkan mampu menjadikan ketangguhan sebagai fondasi utama dalam praktik profesional untuk menjawab tantangan masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews





