JAKARTA, KOMPAS.com — Kemacetan parah di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menjadi momok bagi para pengendara.
Salah satu peristiwa kemacetan yang menyita perhatian publik terjadi pada 16 hingga 18 April 2025. Selama tiga hari, lalu lintas di sekitar pelabuhan lumpuh total.
Pengendara motor maupun mobil, baik di jalan arteri maupun tol, terjebak berjam-jam. Berdasarkan catatan Kompas.com, kemacetan dipicu lonjakan drastis volume truk kontainer yang melebihi kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca juga: Pengelola NPEA Pastikan Akses Nelayan dan Keselamatan Pelayaran di Cilincing Jadi Prioritas
Akibatnya, antrean truk mengular hingga ke luar pelabuhan dan membuat lalu lintas di sekitarnya semrawut.
Untuk mengatasi masalah tersebut, PT Pelindo menggagas Proyek Strategi Nasional (PSN) New Priok Eastern Access (NPEA) atau tol di atas laut, guna mencegah kemacetan serupa terulang.
NPEA akan dibangun sepanjang sekitar 6,6 kilometer yang menghubungkan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) ke Terminal Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok.
"Proyek NPEA yang diprakarsai oleh Pelindo, memang salah satu tujuannya untuk mengurai kemacetan di lokasi Jakarta Utara, serta meningkatkan kapasitas logistik khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok," ungkap Project Manager NPEA Seksi II dari PT Pembangunan Perumahan (PT PP), Ikhsan Budi Prasetyo, saat diwawancarai Kompas.com di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Kamis (16/4/2026).
Pengerjaan Terbagi Dua SeksiPengerjaan proyek NPEA terbagi menjadi dua seksi. Seksi I dikerjakan oleh Hutama Karya dan Brantas Abipraya (KSO) sepanjang 2,78 kilometer, menghubungkan KM 108 JTCC hingga Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda.
Sementara itu, Seksi II digarap oleh PT PP sepanjang 3,8 kilometer dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Baca juga: Usai Protes Nelayan, Pengelola NPEA Klaim Sosialisasi Proyek Sudah Dilakukan sejak 2025
"Yang bagian dari pekerjaan PT. PP kurang lebihnya 3,8 Km. Itu elevated (layang atau di atas laut) sekitar 3 Km dan 800 meternya ada di darat," sambung Ikhsan.
Lebar jalan tol ini sekitar 28 meter, dengan ketinggian rata-rata 10 meter di atas permukaan laut.
Pemasangan tiang pancang dilakukan di perairan, tepatnya di seberang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing. Puluhan tiang pancang telah terpasang, meski baru sebagian yang menjulang tinggi.
Pastikan Tak Ganggu Akses NelayanPembangunan di wilayah perairan membuat proyek ini harus dikerjakan secara hati-hati, terutama karena menyangkut akses nelayan.
Tiang pancang dipasang di jalur keluar-masuk perahu nelayan. Meski demikian, proyek NPEA dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas melaut.
"Dalam perencanaan kita juga selalu mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, termasuk di dalamnya alur keluar-masuk bagi teman-teman yang memanfaatkan perairan, terutama di sisi nelayan," ucap Ikhsan.





