Bisikan Misterius di Kepala Wanita Ini Ternyata Benar, Dokter Temukan Tumor Otak

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Seorang wanita berusia 40-an di Inggris mengalami pengalaman medis yang sangat tidak biasa. Ia mendengar bisikan misterius yang awalnya dikira gangguan mental, tapi justru mengarah pada diagnosis tumor otak yang selama ini tidak terdeteksi.

Studi kasus unik ini tertuang di jurnal BMJ Volume 315, yang terbit pada Desember 1997 silam. Menurut laporan medis tersebut, seorang perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu mendengar suara misterius di kepalanya. Bunyinya begini:

Suara aneh itu kemudian mencoba meyakinkan si wanita dengan memberikan tiga informasi yang sebelumnya tidak ia ketahui. Setelah diperiksa, fakta-fakta tersebut ternyata benar.

Namun, karena tidak tahu asal suara itu, wanita tersebut merasa ketakutan dan mengira dirinya mengalami gangguan kesehatan mental. Ia pun memeriksakan diri ke dokter umum dan segera dirujuk ke klinik psikiatri.

Psikiater mendiagnosisnya dengan psikosis halusinasi fungsional, yaitu kondisi gangguan realitas tanpa penyebab fisik yang jelas, seperti cedera otak. Ia kemudian menjalani terapi konseling serta diberi obat antipsikotik thioridazine. Suara tersebut menghilang setelah dua minggu berjalan.

Namun, saat sedang berlibur, suara itu kembali muncul meski ia masih mengonsumsi obat. Kali ini, suara misterius menyuruhnya segera pulang karena membutuhkan perawatan medis.

Sekembalinya ke rumah, suara tersebut memberikan alamat sebuah rumah sakit yang ternyata memiliki fasilitas CT scan. Suara itu juga menyarankan agar ia melakukan pemindaian otak karena diduga memiliki tumor. Meski awalnya psikiater ragu dan menganggap permintaan tersebut tidak memiliki dasar medis, pemeriksaan akhirnya dilakukan untuk menenangkan pasien.

Aneh tapi nyata, hasil pemeriksaan menunjukkan si wanita mengidap tumor otak jenis parafalcine meningioma, yaitu tumor yang tumbuh di antara dua belahan otak dan berasal dari jaringan pelindung otak (meninges). Tim medis kemudian merekomendasikan operasi pengangkatan tumor.

Menariknya, suara halusinasi tersebut justru menyetujui keputusan tersebut. Tumor berukuran sekitar 6,4 x 3,8 sentimeter berhasil diangkat melalui operasi. Suara itu kembali terdengar untuk terakhir kalinya ketika pasien mulai sadar.

“Kami senang bisa membantu Anda. Selamat tinggal,” kata suara tersebut, yang kemudian tidak pernah muncul lagi.

Pasien pulih tanpa komplikasi, dan obat antipsikotik dihentikan segera setelah operasi. Ia dilaporkan tetap bebas gejala hingga 12 tahun kemudian.

Tumor otak memang telah lama dikaitkan dengan gangguan psikiatri, seperti kecemasan, depresi, hingga halusinasi. Namun, kasus ini sangat unik dan menjadi satu-satunya laporan yang diketahui di mana suara halusinasi tidak hanya muncul, tetapi juga memberikan diagnosis medis yang tepat serta arahan pengobatan.

Psikiater yang menangani pasien menyebut bahwa belum pernah ada kasus serupa sebelumnya. Beberapa ahli menduga tumor yang cukup besar mungkin memicu sensasi atau kecemasan di alam bawah sadar pasien.

Kecemasan tersebut kemudian diterjemahkan oleh otak menjadi suara yang tampak mengetahui sesuatu yang sebenarnya sudah dirasakan pasien secara tidak sadar.

Fakta bahwa suara tersebut hilang setelah tumor diangkat menunjukkan bahwa gejala tersebut kemungkinan besar terkait langsung dengan keberadaan tumor, bahkan bisa jadi dipicu oleh kondisi tersebut. Menurutmu, suara apa itu?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Daftar Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih, Ada 30.000 Posisi
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz, Sebut AS dan Israel Gagal Capai Tujuan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lampung raih lima medali emas hari pertama Kejurnas Angkat Besi 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Toprak Razgaltioglu Sebut Gaya Balap Jadi Tantangan Utama di MotoGP Spanyol 2026
• 38 menit lalutvonenews.com
thumb
Selat Hormuz Dibuka, Pertamina Siapkan 2 Kapal yang Tertahan Segera Kembali Berlayar
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.