Menjauhi Keluarga Toxic, Apakah Termasuk Dosa? Ini Penjelasan Buya Yahya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Fenomena istilah toxic family atau keluarga yang dianggap memberi dampak buruk kini semakin sering dibahas, terutama di media sosial. Banyak orang merasa lelah secara emosional karena konflik berkepanjangan, sehingga muncul pertanyaan penting: apakah menjauhi keluarga atau lingkungan yang dianggap toxic termasuk dosa?

Pertanyaan tersebut pernah dibahas oleh ulama ternama, Buya Yahya. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa menjauhi lingkungan yang berdampak buruk tidak selalu salah, namun langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri sendiri.

Baca Juga :
Qurban atau Aqiqah Dulu, Mana yang Harus Diprioritaskan? Ini Penjelasan Buya Yahya
Ada Sepeda Listrik Lagi Isi Daya saat Kebakaran Rumah yang Tewaskan Sekeluarga Lima Orang di Tanjung Duren

Menurutnya, seseorang tidak boleh langsung menilai orang lain sebagai penyebab masalah tanpa melihat kemungkinan kesalahan dalam diri sendiri. Ia menggambarkan hal tersebut dengan sebuah perumpamaan sederhana.

"Orang menghindar dari hal yang menjadikan dirinya tidak baik itu sah. Akan tapi koreksi dulu jauh lebih penting. Apakah betul orang yang di kiri kanannya itu adalah tidak baik?" jelas Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Minggu, 19 April 2026. 

Dalam penjelasannya, Buya Yahya memberikan contoh unik tentang seseorang yang mengira banyak bagian tubuhnya sakit, padahal masalah sebenarnya terletak pada jarinya. Hal ini menjadi gambaran bahwa terkadang seseorang merasa semua orang di sekitarnya salah, padahal sumber masalah bisa jadi berasal dari dirinya sendiri.

Ia mengingatkan bahwa sebelum memutuskan menjauh dari keluarga atau lingkungan, seseorang perlu bertanya pada diri sendiri apakah sikap atau perilakunya justru membuat orang lain tidak nyaman.

"Makanya paling baik koreksi diri. Apakah ketidaksenangan mereka karena aku? Kalau karena aku di mana pun aku berada nanti sama orang di kiri kananku pasti tidak senang," jelasnya lagi.

Meski begitu, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa ada situasi di mana lingkungan benar-benar membawa dampak buruk. Misalnya, jika seseorang sering direndahkan, dicaci, atau berada di lingkungan yang mendorong perilaku negatif.

Dalam kondisi seperti itu, menjauh bukanlah hal yang dilarang, melainkan langkah untuk menjaga diri dari pengaruh buruk.

"Jika memang benar Anda itu sudah baik, Anda tidak mengganggu mereka, tidak menyakiti mereka, tapi ternyata Anda berada di tempat yang salah, lingkungan yang tidak baik, maka boleh Anda meninggalkan tersebut untuk keselamatan diri," tegas Buya.

Baca Juga :
Saksi Dengar Ledakan saat Kebakaran Rumah yang Tewaskan Sekeluarga Lima Orang di Tanjung Duren
Jangan Sampai Kamu Termasuk! Ini Ciri Suami Tidak Tau Diri Menurut Buya Yahya
Sudah Mampu Finansial, Lebih Baik Haji Dulu atau Menolong Orang? Ini Penjelasan Buya Yahya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Tutup Lagi, Iran: Trump Terlalu Banyak Bicara
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sebastian Frey Rencanakan Liburan ke Indonesia Usai Disambut Meriah
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
JK Tegaskan Tak Ada Ajaran Islam atau Kristen Ajarkan Membunuh Masuk Surga
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Sepekan Perak Menggila: Tembus US$80 Dipicu Panasnya Timur Tengah
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dukcapil: Pendatang Baru di Jakarta Mencapai 7.911 Orang
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.