REPUBLIKA.CO.ID, Di dunia trading keuangan yang mudah berubah, perasaan nyaman adalah aset yang langka. Untuk menumbuhkan stabilitas dan fokus, banyak trader beralih ke praktik-praktik penenangan pikiran seperti meditasi. Namun, ada pula yang percaya dengan mitos-mitos yang mengarah ke takhayul.
Di bidang keuangan, mungkin takhayul paling terkenal adalah milik George Soros. Putranya, Robert, pernah mengungkapkan sinyal trading paling aneh dari ayahnya bukanlah grafik, melainkan punggungnya. Jika Soros merasakan nyeri punggung bawah yang akut atau kejang otot, ia menafsirkannya sebagai manifestasi fisik bahwa ada yang salah dengan portofolionya.
- Saham Gorengan dan Ancaman Ilusi Cuan di Tengah Ledakan Investor Ritel
- Catat! Dividen BRI Rp209 per Saham Cair Mulai 8 Mei
- Indodax Buka Akses Saham Global Lewat Token, Ada Tesla hingga Apple
Ada lagi beberapa mitos atau takhayul seputar trading, broker Elev8 dalam siaran persnya, Ahad (19/4/2026) mengungkapkan hal tersebut sebagai berikut:
Tanda-tanda dari kosmos
.rec-desc {padding: 7px !important;}Banyak investor melihat siklus bulan, horoskop, atau pertanda langit untuk memandu keputusan keuangan. Sebagian investor percaya bulan purnama memicu volatilitas yang lebih tinggi, sementara bulan baru menyajikan kesempatan membeli yang lebih baik.
Satu makalah terkenal, “Apakah Investor Terpengaruh Bulan? Fase Bulan dan Imbal Hasil Saham” oleh Yuan, Zheng, dan Zhu, meneliti data dari berbagai negara. Studi itu menemukan imbal hasil saham cenderung lebih rendah pada hari-hari di sekitar bulan purnama. Perbedaannya kecil, antara tiga persen dan lima persen per tahun, tetapi secara statistik signifikan dalam periode yang dikaji.
Lalu, ada astrologi keuangan. Beberapa trader yakin ketika Merkurius bergerak mundur, trading akan gagal dan mereka harus menghindari trading sama sekali. Sementara yang lain melihat lebih jauh ke lontaran surya. Beberapa penelitian menunjukkan ada korelasi antara badai geomagnetik dan volatilitas pasar, yang menyatakan aktivitas matahari memengaruhi sistem saraf pusat manusia dan meningkatkan kecemasan investor.
Namun, saat berurusan dengan astrologi, bukti ilmiah jauh lebih lemah. Sebagian besar ulasan mengenai pengaruh zodiak pada indeks seperti S&P 500 menyimpulkan hasilnya tidak meyakinkan dan tidak cukup untuk memandu keputusan di dunia nyata.
Tanda-tanda dan kebiasaan
Selain tanda-tanda dari langit, trader memiliki berbagai kebiasaan khas lainnya. Studi telah menunjukkan sebagian trader mengurangi volume atau mengambil posisi yang lebih kecil pada Jumat tanggal 13, hanya untuk menghindari nasib buruk, meskipun tidak ada hubungan logis antara tanggal dan pendapatan perusahaan.
Di beberapa pasar Asia, trader menghindari angka yang terdengar seperti kematian (seperti empat) dan condong ke angka yang menunjukkan kemakmuran (seperti delapan), sebuah preferensi yang dapat memengaruhi harga order.
Sleain itu, dalam komunitas trading harian, psikologi warna sangat penting. Sebagian trader percaya memakai merah membawa energi bullish, sementara sebagian lain menghindarinya karena merah identik dengan kerugian.
Paul Tudor Jones, seorang trader terkenal karena memprediksi kehancuran pasar tahun 1987, dikenal sangat percaya pada takhayul mengenai pakaiannya. Konon, ia mengenakan sepasang sepatu kets hitam keberuntungan tertentu saat kehancuran pasar terjadi untuk mempertahankan keunggulan psikologis sementara pasar global runtuh.




