KLH Targetkan Tutup 472 TPA Open Dumping pada Agustus Mendatang

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berkomitmen penuh mengakhiri praktik open dumping (pembuangan sampah terbuka) di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa penutupan ratusan lokasi open dumping akan mulai dieksekusi pada akhir Juli 2026.

BACA JUGA: Darurat Pengelolaan Sampah, 37 TPA di Jateng Masih Open Dumping

"Kami akan menutup praktik open dumping akhir Juli nanti. Jadi, di bulan Agustus, 472 TPA yang ada akan diselesaikan," ujar Wamen Diaz dalam sesi doorstop pada acara ‘Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah’ di fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (18/4).

Diaz menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah nasional tidak bisa hanya mengandalkan hilir, melainkan harus dimulai dari pemilahan di sumbernya atau dari hulu. 

BACA JUGA: Penghentian TPA Open Dumping Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM-Startup

"Tanpa pemilahan yang disiplin, pengelolaan sampah tidak akan berjalan optimal," ungkapnya.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung target ambisius Presiden, yakni mencapai 100% sampah terkelola pada tahun 2029. Dengan berakhirnya praktik open dumping, pemerintah optimistis dapat mendongkrak persentase pengelolaan sampah nasional dari 26% menjadi 57,7%.

BACA JUGA: Menteri Lingkungan Hidup Setop Open Dumping di 343 TPA

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Diaz memberikan apresiasi khusus kepada warga Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah secara mandiri. 

Warga setempat kini telah memanfaatkan bank sampah dan ember pemilah, sehingga sampah yang dikirim ke TPA atau fasilitas RDF hanya berupa residu.

"Saya apresiasi karena di sini sudah ada bank sampah dan pemilahan menggunakan ember. Dampak positifnya, sampah yang masuk ke TPA atau RDF hanya residu, sehingga armada pengangkut sampah pun tidak berbau," jelasnya.

Dia berharap keberhasilan di Kelurahan Rorotan dapat direplikasi oleh 30 kelurahan lainnya di Jakarta Utara, bahkan menjadi model percontohan nasional dalam penerapan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.

Sebagai bentuk dukungan nyata, KLH/BPLH sebelumnya telah mendistribusikan bantuan sarana prasarana pengelolaan sampah bagi warga Kelurahan Rorotan, yang terdiri dari 400 unit drop point, 12.000 ember pemilah sampah dan 650 unit Lodong Sisa Dapur (Losida).

Acara deklarasi ini turut dihadiri oleh jajaran eselon I KLH/BPLH, serta pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara, sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mengatasi darurat sampah perkotaan.(esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Tips Punya Rumah Idaman Sesuai Budget, Anti Boncos!
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Di Retret, Prabowo Sebut Ketua DPRD se-Indonesia sebagai Patriot
• 10 jam lalukompas.com
thumb
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Syariah Dapersi
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Kecelakaan Truk Tabrak Pagar Rumah di Ponorogo, Diduga gegara Ban Pecah
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil Eric Li, Pendiri Geely Produsen Mobil China
• 12 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.