Kyiv: Seorang pria bersenjata menewaskan enam orang dan melukai 14 lainnya dalam insiden penembakan di kota Kyiv pada Sabtu, 18 April, di mana pelaku akhirnya dilumpuhkan oleh pasukan khusus Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menjelaskan bahwa pelaku awalnya menembak empat orang di sebuah jalan di distrik Holosiyivskiy. Setelah itu, pelaku membarikade diri di dalam sebuah supermarket, menyandera pengunjung, dan menewaskan satu orang lagi di lokasi tersebut.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menambahkan bahwa korban keenam meninggal dunia di rumah sakit setelah sempat menjalani perawatan. Di antara korban luka, dilaporkan terdapat seorang anak kecil.
“Dia menembak dari jarak dekat dengan tembakan tunggal. Orang-orang hampir tidak punya kesempatan,” ujar Klymenko, seperti dikutip RFE/RL, Minggu, 19 April 2026. Ia menambahkan bahwa pelaku bertindak secara acak tanpa pola yang jelas.
Zelensky mengatakan investigasi akan segera dilakukan dan mengonfirmasi bahwa empat sandera berhasil diselamatkan. Video amatir yang beredar di saluran Telegram Ukraina memperlihatkan detik-detik pelaku menembak seorang pejalan kaki dari jarak dekat. Operasi Penyerbuan Salah satu petugas menyebut operasi penangkapan berlangsung sulit karena pelaku tidak mau berkomunikasi. Klymenko menambahkan bahwa pasukan khusus sempat mencoba bernegosiasi sebelum melakukan penyerbuan, namun upaya tersebut dibalas dengan tembakan.
Pelaku diketahui menggunakan senjata jenis karabin yang dibeli secara legal oleh warga sipil. Senjata tersebut terdaftar secara resmi, dengan pelaku mengajukan lisensi dan menyerahkan sertifikat medis pada Desember 2025.
Pihak berwenang kini menyelidiki pihak yang mengeluarkan sertifikat medis tersebut. Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko, menyebut pelaku berusia 58 tahun dan lahir di Moskow.
Zelensky menambahkan bahwa pelaku telah lama tinggal di wilayah Donetsk, Ukraina. Media setempat melaporkan bahwa pria tersebut sempat membakar apartemennya sebelum melakukan penembakan.
Menurut keterangan seorang tetangga yang telah mengenalnya selama 10 tahun, pelaku tinggal sendirian dan jarang berinteraksi dengan warga lain. Kepada RFE/RL Ukraina, tetangga tersebut menyebut pelaku tampak sopan dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda agresi sebelumnya. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Rudal Rusia Hancurkan Sekolah di Ukraina, 4 Orang Tewas




