Kunjungi Belu NTT, Ketum TP PKK Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan. Tri menyampaikan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya dilakukan oleh pihak yang superior, dalam hal ini laki-laki atau kepala rumah tangga.

Sementara itu, pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak juga banyak dilakukan oleh pihak yang merasa superior. Oleh karena itu, pencegahan KDRT serta pelecehan seksual, baik verbal maupun fisik, sangat diperlukan.

"Angka kekerasan dalam rumah tangga ataupun pelecehan terhadap perempuan dan eksploitasi terhadap anak ini luar biasa. Ini tidak hanya terjadi di sini, seluruh dunia ada tentang gangguan seperti ini. Tapi kita berdiri di lingkungan kita, ini juga harus bersama-sama (mencegahnya)," kata Tri, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Tri saat menghadiri Temu Kader PKK Kabupaten Belu bersama Ibu Ketum TP PKK dalam rangka kegiatan 'Sosialisasi Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak dari Tindakan Kekerasan Fisik dan Verbal dan Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Hasil Minyak Kemiri'. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (16/4).

Baca juga: Ketum TP PKK Dorong Mahasiswa Unhan Atambua Jadi Pemimpin Masa Depan

Dalam konteks tersebut, Tri mendorong agar orang tua mendidik anak laki-laki agar tidak merasa superior. Menurut Tri, anak laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum serta tidak diajarkan untuk merasa lebih.

"Anak laki-laki kita juga sama sebetulnya dengan anak perempuan kita. Harus dididik sama," kata Tri.

Selain itu, lanjut Tri, anak perempuan juga tidak boleh ditekan untuk menerima keadaan, melainkan dididik untuk berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang melanggar batas mereka.

Anak perempuan perlu didorong untuk memperjuangkan haknya, serta menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Terlebih, undang-undang telah menjamin hak dan kewajiban tersebut.

Baca juga: Wamendagri Ingatkan Perguruan Tinggi Optimalkan Bonus Demografi

"Dididik untuk memperjuangkan hak-hak mereka, merasa aman di dalam rumahnya, merasa aman di lingkungannya, dan juga merasa bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama dalam segala hal," ungkap Tri.

Tri menegaskan pendidikan yang baik bagi anak-anak di Kabupaten Belu juga akan mendukung program Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang saat ini masih bersekolah, khususnya di jenjang SMP dan SMA, akan menjadi pemimpin yang diharapkan mampu memajukan daerah. Terlebih, Kabupaten Belu merupakan garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan dengan Timor Leste.

"Saya berkewajiban juga untuk hadir di sini, karena memberikan semangat kepada semua kader PKK untuk bekerja keras, menjadikan Kabupaten Belu, menyiapkan anak-anak kita sumber daya manusia yang akan terus meneruskan kelangsungan negara Republik Indonesia ini, terutama di perbatasan," kata Tri.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
360 Petugas Haji Indonesia Gelombang Pertama Tiba di Tanah Suci, Siap Sambut Kedatangan Jemaah
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Heboh Kawanan Lebah Muncul di Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Skor Everton vs Liverpool, Head to Head dan Susunan Pemain
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Tolak Perundingan Kedua dengan Amerika
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz Setelah Beberapa Jam Dibuka
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.