Wakil Menteri Luar Negeri pemerintah Houthi, Hussein al-Ezzi, memperingatkan Houthi akan menutup Selat Bab al-Mandeb di lepas pantai Yaman. Penutupan itu dapat dilakukan jika Presiden AS Donald Trump terus menghalangi perdamaian.
"Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya," tulis Hussein al-Ezzi dalam sebuah pernyataan di X, dilansir Al jazeera, Minggu (19/4/2026).
"Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump-dan dunia yang terlibat-adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghalangi perdamaian, dan menunjukkan rasa hormat yang diperlukan untuk hak-hak rakyat dan bangsa kita," sambungnya.
Diketahui Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan merupakan titik penting jalur pelayaran yang mengarahkan lalu lintas laut menuju Terusan Suez. Selat tersebut memiliki lebar 29 km (18 mil) pada titik tersempitnya, membatasi lalu lintas hanya pada dua jalur untuk pengiriman masuk dan keluar.
Ini adalah salah satu jalur terpenting di dunia untuk pengiriman komoditas melalui laut secara global, khususnya minyak mentah dan bahan bakar lainnya dari Teluk ke Mediterania, serta komoditas yang menuju Asia, termasuk minyak Rusia.
Sebelumnya, Iran membuka Selat Hormuz pada Jumat lalu usai diberlakukan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon. Hal ini memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok.
Akan tetapi, Trump bersikeras akan memblokade pelabuhan Iran sampai kesepakatan tercapai untuk mengakhiri perang yang lebih luas. Merespons hal itu, Iran akan menutup selat itu sekali lagi.
(yld/imk)





