JAKARTA, KOMPAS.TV - Pertamina menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akibat dari kondisi geopolitik global.
Namun, Pertamina memastikan kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap memperhatikan daya beli masyarakat.
"Dapat kami sampaikan kembali, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini untuk beberapa produk akibat faktor geopolitik global dan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero, Muhammad Baron, Minggu (19/4/2026), sebagaimana laporan jurnalis KompasTV Cindy dan Janivan.
Ia juga menyatakan Pertamina terus memantau dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Baron mengatakan pemantauan tersebut dilakukan melalui Pertamina Patra Niaga.
Ia selanjutnya mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan dan membeli energi sesuai kebutuhan.
Baca Juga: BBM Nonsubsidi Naik, DPR Ingatkan Risiko Konsumsi Masyarakat Beralih ke BBM Subsidi
Dalam pernyataan sebelumnya, Baron menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara, harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.
“Penyesuaian harga BBM Non Subsidi mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022,” ucap Baron, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Cindy Permadi, Sabtu (18/4/2026).
Menurut laman resmi Pertamina, per Sabtu (18/4/2026), di pulau Jawa harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter, melonjak dari sebelumnya yang dibanderol Rp13.100 per liter. Kemudian Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900, dari sebelumnya yang dijual Rp14.500 per liter.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bbm
- bbm nonsubsidi
- kenaikan harga bbm nonsubsidi
- harga bbm nonsubsidi
- pertamina





