JAKARTA, DISWAY.ID – Hari ini kapal Pertamina Pride bergerak ke Dubai dekati Kapal Gamsunoro yang sebelumnya telah berada di peraian ini ssejak beberapa waktu lalu.
Terlihat dari pantauan marinetraffic.com, kapal Pertamina Pride telah mulai berpindah dari perairan Al Jubayl dan pada 18 Aprl 2026 pukul 05:37:43 UTC kapal yang membawa minyak tersebut berlayar menuju parairan Dubai.
Pada 19 April 2026 pukul 05:30:00 UTC, terlihat posisi kapal kapal Pertamina Pride telah berada di parairan Dubai yang tidak jauh dari kapal Indonesia lainnya yaitu Gamsunoro.
Kapal Gamsuro berbendara Panama disebutkan dengan jadwal keberangkatan pada 14 Maret pukul 7:20 (UTC+3) dan sampai ke tujuan Indonesia pada 9 April pukul 2:59 (UTC+4).
BACA JUGA:Kabar Baik! 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz
Sedangkan kapal Pertamina Pride dengan bendera Singapura ini dilaporkan telah melemparkan jangkar di perairan Dubai sekitar 12 menit lalu saat berita ini di tulis.
2 kapal Indonesia yang membawa minyak mentah ini beberapa waktu lalu dikabarkan mendapatkan lampu hijau dari Iran untuk dapat melewati Selat Hormuz.
Akan tetapi hingga saat ini 2 kapal ini masuh tertahan di Teluk Persia bersama dengan ratusan kapal lain sejak Iran menutup jalur pelayaran tersebut.
Hingga saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dan lobi agar 2 kapal tersebut dapat melanjutkan pelayarannya menuju Tanah Air.
BACA JUGA:Iran Sebut Telah Buka Selat Hormuz, 2 Kapal Indonesia Masih Terparkir di Teluk Persia
Pada Kamis 17 April lalu, Iran sempat mengumumkan mambuka Selat Hormuz, di mana Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial.
Kabar ini juga disampaikan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika di akun media sosialnya dan menyambut baik bahwa selat tersebut telah dapat dilalui oleh kapal dagang dan tanker membawa minyak serta gas.
Sedangkan pihak Pertamina melalui Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita menyampaikan jika Pertamina terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap ke dua kapal tersebut.
Selain itu tentu saja juga menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.
BACA JUGA:Kapal China Melenggang Keluar Selat Hormuz di Tengah Blokade Amerika
- 1
- 2
- »





