Christopher Rungkat Harap Lebih Banyak Turnamen Tenis Internasional di Indonesia

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Petenis senior Indonesia, Christopher Rungkat, menegaskan betapa krusialnya jumlah turnamen internasional untuk menambah jam terbang dan menaikkan ranking petenis Indonesia. Ia tak bisa menampik, jika ada yang bilang di Asia Tenggara, Indonesia masih kalah terkait hal itu dari Thailand misalnya.⁠

Christopher berharap PP Pelti dan pihak swasta bisa berkolaborasi menghadirkan lebih banyak turnamen tenis internasional.⁠

"Ya, saya harus mengakui mungkin Thailand lebih banyak pemain yang mempunyai ranking internasional ya. Di kelas WTA dan ATP, enggak cuma cewek, di cowok juga. Mungkin itu juga disebabkan dengan lebih banyaknya pertandingan-pertandingan berskala internasional seperti ITF, ATP Challenger, WTA," katanya pada kumparan.

"Itu kan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lokal Thailand untuk bisa bertanding dan mendapatkan ranking ya. Dan kita nggak bisa memungkiri kalau memang di sana jauh lebih banyak pertandingannya dibanding di Indonesia," tambahnya.

Christopher Rungkat juga menyoroti bahwa minat olahraga raket sedang meningkat akhir-akhir ini, termasuk padel. Seharusnya, momentum ini bisa menjadi pemicu untuk kembali menggelar turnamen tenis internasional.

"Balik lagi ini PR juga untuk mungkin bisa untuk PP Pelti atau bisa untuk mungkin enggak cuma PP Pelti doang, mungkin untuk industri tenis Indonesia yang mungkin bisa dimulai dari swasta atau dan lain-lain kan kita bisa lihat sendiri racket sport. Racket sport di Indonesia tuh sudah mulai naik dengan adanya padel lalu tenis yang sudah mulai naik," jelas Christopher.

"Mungkin dengan naiknya industri ini mungkin bisa memberikan daya tarik untuk sponsor-sponsor untuk membuat pertandingan-pertandingan tenis yang yang bertaraf internasional ke depannya. Dan itu pasti akan membantu petenis-petenis Indonesia untuk bisa ada kans untuk mendapatkan ranking internasional, pastinya," tandasnya.

Christopher Rungkat masih aktif sebagai petenis Indonesia. Ia memenangi medali emas SEA Games 2025 dan bermain di Piala Davis pada awal 2026. Teranyar, ia menjadi kapten tim Billie Jean King Cup yang kembali lolos playoff usai penantian 22 tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prajurit Prancis Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, Macron Tuduh Hizbullah Pelakunya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Pinggang saat Hamil Muda
• 3 menit lalukumparan.com
thumb
Bungkam Zverev dengan 32 winner, Cobolli jumpa Shelton di final Munich
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Megawati Soroti Konflik Iran – Venezuela, Tegaskan Dasa Sila Bandung Masih Jadi Pegangan Dunia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Judul. BNI Pastikan Selesaikan Pengembalian Dana Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar Sesuai Hasil Penyidik
• 7 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.