Lembaga kajian Bright Institute menyebut menahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir 2026 di tengah gejolak geopolitik global, adalah bom waktu.
Muhammad Andri Perdana Direktur Riset Bright Institute melihat, upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM Subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia justru membebani fiskal.
“Itu sebenarnya bom waktu karena memang bisa saja kalau Menteri Keuangan bilang (tidak akan menaikkan harga BBM Subsidi sampai akhir 2026). Karena pemerintah itu memberikan subsidi itu dengan memberikan kompensasi terhadap Pertamina. Kompensasi itu dibayar setelah diaudit tahun depan. Jadi, sebenarnya yang dilakukan pemerintah adalah ya tutup mata dulu. Nanti tagihan tahun depannya bagaimana? Ya, terserah nanti,” ungkap Muhammad Andri Perdana kepada suarasurabaya.net, Minggu (19/4/2026).
Andri memperkirakan ketidakstabilan fiskal akan terlihat di 2027, saat perhitungan dampak penahanan kenaikan harga itu dilakukan.
“Setelah negara-negara lain itu menaikkan harga BBM dan kita tidak menaikkan harga BBM, itu sebenarnya tagihan-tagihan itu hanya belum dilaporkan saja. Bisa saja ini nanti Pertamina disuruh menanggung kerugiannya. Bisa saja nanti Pertamina akan ditanggung oleh dividen BUMN yang lain,” ujarnya.
Hingga kini, memang tercatat BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Namun PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Sedangkan Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter, mulanya Rp14.200 per liter. Kemudian Pertamina Dex naik dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Sementara pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026. Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya arahan Prabowo Subianto Presiden RI, usai melakukan kunjungan ke Rusia dan Prancis.
Setelah bertemu Presiden di Istana Negara, Bahlil menyebut kondisi pasokan energi nasional saat ini masih aman dan berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
“Saya sampaikan kepada publik, bahwa Insya-Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insya-Allah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.(lea/bil/ham)




