Kesenian tradisional ludruk kembali mendapat ruang tampil di Kota Surabaya melalui kegiatan pengenalan budaya yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam.
Sri Wahyuni Ketua Ludruk Lintas Generasi Medhang Taruna Budaya Surabaya mengatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya untuk menghadirkan pertunjukan lintas kesenian tradisional.
“Di sini tidak hanya ludruk saja, ada wayang orang, ketoprak, campur sari. Semua kesenian dikenalkan untuk menghibur warga Surabaya,” ujarnya.
Sri Wahyuni menjelaskan, komunitas yang dipimpinnya awalnya bernama Ludruk Cilik karena beranggotakan anak-anak.
Seiring waktu, nama tersebut berubah menjadi Ludruk Lintas Generasi setelah para anggotanya beranjak dewasa dan tetap aktif berkesenian.
Perempuan yang akrab disapa Mak Lurik ini menyebut bahwa kelompoknya telah berdiri sejak 2010 dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Terbaru, mereka meraih juara dalam Festival Ludruk tingkat Provinsi Jawa Timur, serta pernah dinobatkan sebagai peserta terheboh dalam peringatan Hari Tari Dunia.
Dalam kesempatan itu, dia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional seperti ludruk, reog, dan kesenian rakyat lainnya.
“Harapannya ada generasi penerus supaya tidak punah,” katanya.
Dia menambahkan bahwa Ludruk Lintas Generasi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar dan bergabung tanpa dipungut biaya.
Latihan rutin digelar di kawasan Alun-Alun Surabaya, tepatnya di ruang Dewan Kesenian Surabaya. (zan/saf/faz)




