Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Magelang
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memberikan dampak nyata di berbagai daerah. Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, perbaikan dan penambahan ruang kelas menjadi salah satu manfaat utama yang dirasakan langsung oleh sekolah.
Kepala SLB Negeri Kota Magelang, Ina Sulanti, mengatakan bahwa sebelumnya keterbatasan ruang kelas menjadi kendala dalam proses belajar mengajar. Satu ruang kerap digunakan oleh beberapa rombongan belajar dengan kebutuhan berbeda.
“Dengan adanya tambahan dua ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung. Mereka bisa belajar lebih nyaman dan aman, sehingga prestasi belajar pun meningkat,”ujar Ina dalam keterangan tertulis, Minggu, 19 April 2026.
Hal serupa dirasakan di SD Negeri Borobudur 2. Kepala sekolah Sri Widati mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan, mulai dari atap hingga dinding yang rusak dan berisiko bagi siswa.
Melalui bantuan senilai Rp665 juta, sekolah tersebut mendapatkan rehabilitasi lima ruang kelas serta pembangunan satu paket toilet baru. “Sekarang ruang kelas menjadi lebih bagus, bersih, dan nyaman. Anak-anak juga lebih semangat belajar,” kata Sri.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Salam, Murtini, menjelaskan bahwa revitalisasi juga menyasar fasilitas pendukung pembelajaran. Sekolahnya kini memiliki ruang administrasi yang telah diperbaiki serta laboratorium komputer baru.
Menurutnya, pembangunan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah sehingga kualitas bangunan lebih terjamin.
“Kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Anak-anak sangat senang dengan laboratorium komputer yang baru karena sangat mendukung proses belajar,” jelasnya.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program revitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa manfaatnya tidak hanya pada perbaikan fisik, tetapi juga mendukung pemenuhan standar pendidikan.
“Dampaknya sangat terasa, mulai dari toilet yang lebih layak, ruang kelas yang aman, hingga fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan yang semakin baik,”ungkap Pamuji.
Di Kabupaten Magelang, program ini didukung anggaran sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa program ini terus diperluas secara nasional sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.
“Pada 2025, revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan. Tahun 2026 sudah dialokasikan untuk sekitar 11.400 satuan pendidikan, dan ke depan ditargetkan bisa mencapai sekitar 71 ribu satuan pendidikan,”ucapnya.
Program revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki sarana fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan kondusif, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





